Satika: 78 SPPG Layani Program MBG di Kabupaten Wonosobo

SuaraNegeri.com
Sabtu, 07 Februari 2026 | 22:52 WIB Last Updated 2026-02-07T15:52:38Z

SUARA NEGERI | WONOSOBO — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif strategis pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. 


Dan ada beberapa poin-poin dasar utama yang melandasi kebijakan ini diantaranya adalah Dasar Konstitusi dan Kesejahteraan dimana pemerintah berpijak pada amanat UUD 1945 Pasal 28H ayat (1) yang menjamin hak setiap warga negara untuk mendapatkan layanan kesehatan, serta Pasal 31 mengenai hak mendapatkan pendidikan yang layak. Tanpa nutrisi yang cukup, anak-anak sulit untuk fokus belajar dan berkembang secara optimal. (5/2/26)

Makan Bergizi Gratis juga sebagai penanganan stunting dan gizi buruk yang mana indonesia masih menghadapi tantangan serius terkait prevalensi stunting (tengkes). 
Nutrisi yang buruk pada masa pertumbuhan yang bisa menyebabkan beberapa hal diantaranya terhambatnya perkembangan otak, rendahnya daya tahan tubuh dan penurunan potensi kecerdasan (IQ) di masa dewasa.

Bertempat di Temu Kamu Caffe awak media mencoba menggali informasi lebih dalam tentang program MBG ini dan bertemu langsung dengan Koordinator Wilayah Kabupaten Wonosobo Satika Mahda yang membawahi seluruh Dapur MBG di kabupaten Wonosobo.

Satika menyebutkan bahwa saat ini sudah ada 78 dapur MBG di kabupaten Wonosobo yang sudah beroperasi aktif menjalankan program pemerintah, dan akan terus bertambah hingga lebih dari 100 dapur MBG.

Satika juga menyampaikan bahwa pendirian dapur MBG ini diawasi ketat oleh BGN tidak serta merta orang ingin membuat MBG lansung bisa diterima, karena ada beberapa persyaratan yang harus dilalui diantaranya adalah harus memiliki yayasan yang legal, tempat yang sesuai dengan SOP Badan Gizi Nasional (BGN) dan Faktor penunjang lainya.

“Setiap yayasan diperbolehkan memiliki maksimal 10 dapur MBG dan tidak membatasi itu milik siapa, yang terpenting mereka bisa masuk dalam kategori yang diijinkan oleh BGN termasuk yang terpenting adalah memiliki modal,” ungkap Satika Mahda.

“Kami juga mengharapkan partisipasi masyarakat sama-sama mengawal program pemerintahan ini bisa dilaksanakan dengan baik dan tepat sasaran. Jika di lapangan ada hal-hal yang tidak sesuai dengan SOP dari BGN silahkan masyarakat bisa melaporkan kepada kami, dengan mencantumkan bukti yang kuat dan selanjutnya kami pasti akan tindaklanjuti dapur MBG yang bersangkutan untuk kroscek sekaligus mencari solusi yang terbaik,” tambahnya.

Perbincangan sambil ngopi bareng antara Koordinator Wilayah BGN kabupaten Wonosobo dengan awak media makin terasa asik karena didukung oleh kopi dan tempat yang memang nyaman untuk ngobrol.

Satika juga menambahkan berkaitan dengan program ini bahwa ada 2 macam porsi yang harus disiapkan oleh masing-masing dapur MBG yakni porsi besar dan porsi kecil, dia menyebutkan yang dimaksud porsi besar adalah makanan yang disediakan senilai 10.000 sedangkan porsi kecil senilai 8000. 

Porsi besar dengan sasaran kelas 4 SD hinga SMA dan Ibu-ibu hamil, sedangkan porsi kecil adalah yang dikonsumsi oleh anak-anak TK, balita dan kelas 1 SD hingga kelas 3 SD.

Diakhir ngobrol santainya dengan awak media, Satika memberikan kesempatan kepada awak media jika suatu saat ada hal-hal yang belum paham tentang program ini dipersilahkan untuk ditanyakan kembali melalui temu langsung atau komunikasi via whatsapp. (NoerSobo)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Satika: 78 SPPG Layani Program MBG di Kabupaten Wonosobo

Trending Now

Iklan