SUARA NEGERI | PALU — Wakil Gubernur Sulteng, dr Reny A Lamadjido Sp PK M Kes bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulteng melakukan Panen Perdana Udang Vaname di Kawasan Tambak Udang/Shrimp tambak intensif milik H Fahmi Thalib, di Kelurahan Taipa, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, pada Kamis (5/2/2026).
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr Reny A Lamadjido Sp PK M Kes dalam acara panen perdana udang vaname menyampaikan keberhasilan panen ini merupakan percontohan penting bagi kelompok-kelompok budidaya udang binaan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulteng, lewat penerapan prinsip budidaya yang baik dan berkelanjutan.
"Semoga hasil yang diperoleh memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan para pembudidaya dan menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja," harap Wakil Gubernur Reny agar jadi pemantik bagi kelompok budidaya lainnya.
Di sisi lain, Wakil Gubernur Reny menyatakan siap menghubungkan pihak perbankan ataupun pengusaha besar dengan kelompok-kelompok budidaya lokal dalam konteks memperkuat budidaya vaname sebagai pilar ekonomi biru daerah lewat program Berani Tangkap Banyak.
"Intinya Berani Tangkap Banyak bagaimana semua orang bisa sejahtera," tegasnya bahwa program tersebut adalah peta jalan menuju masyarakat Sulawesi Tengah sejahtera.
Kepala Dinas Perikanan dan Provinsi Sulteng Yopie mengatakan Potensi Budidaya udang di sulteng terus mengalami perkembangan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun.
Budidaya udang di sulteng didominasi oleh udang putih (Vaname) dan udang Windu. Produksi udang Sulteng pada tahun 2022 sebesar 22.234 Ton, tahun 2023 sebesar 28.877 Ton dan tahun 2024 sebesar 37.564 Ton.
"Luas eksisting tambak di Sulawesi Tengah 15.597 hektar dengan potensi 49.210 Hektar. Pemanfaatan lahan budidaya udang untuk intesif hanya sekitar 1.280 Hektar yang tersebar di sulteng sebesar 8,3 % dan 92,7 % merupakan tambak tradisonal dan semi intensif," tuturnya.
Pengembangan budidaya udang vaname menjadi fokus penting dalam implementasi Dalam rangka mendukung pengembangan sektor perikanan budi daya sebagai perwujudan Program Berani Tangkap Banyak.
Ia juga menambahkan untuk mengantisipasi agar produktivitas yang sudah baik terhabat oleh kendala dan Permasalahan yang terjadi dilapangan berupa ketersediaan benih berkualitas, pakan, sapras, SDM, regulasi dan Laboratorium yang berkompeten dalam upaya pengendalian penyakit pada udang. Selain itu masih terbatasnya akses permodalan bagi pelaku usaha perikanan.
Ia berharap, panen ini bisa memotivasi masyarakat untuk memulai budidaya udang, dan Dinas Kelautan dan Perikanan siap memberikan bimbingan kepada para nelayan agar mereka dapat mengembangkan usaha budidaya udang.
Turut hadir di acara, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulawesi Tengah Dr Yopie M I Patiro SH MH, Kabid Budidaya Perikanan Provinsi Sulteng H. Mohammad Syafar, S.Pi, MP, Sekretaris Dinas , Saprudin, S.Sos, Kabid PRL, Herdiyanto, S.Stpi, M.Si Kabid PSDKP Prov Sulteng Agus Sudaryanto, A.Pi, M.Si perwakilan perbankan BSI , Bank BNI 46, pengusaha, praktisi dan penggiat budidaya vaname serta mitra terkait.(DhankZ)



