CEO MySkill Ungkap ​Kesalahan Fatal Mahasiswa

SuaraNegeri.com
Sabtu, 07 Februari 2026 | 22:25 WIB Last Updated 2026-02-07T23:58:52Z

SUARA NEGERI  | SURAKARTA — Momentum pencarian bibit pemimpin muda kembali bergulir. Rumah Kepemimpinan sukses menggelar Leadership Talks bertajuk "Leading Yourself before Leading Others" sebagai rangkaian sosialisasi Open Recruitment (Oprec) peserta baru.


​Acara yang dipadati ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Solo Raya ini dilaksanakan di Lantai 4 Gedung Sekretariat Bersama (Sekber) Kota Surakarta, pada Sabtu (7/2/2026).

​Hadir membuka acara, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, S.S., S.E., M.B.A., yang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif positif bagi anak muda Solo ini. 
Dalam sambutannya, Astrid menekankan perbedaan mendasar mentalitas seorang pemimpin di era modern.

​"Pemimpin sejati bukanlah bos yang hanya bisa mengatur orang lain, tetapi leader yang bisa menggerakkan dan mengarahkan anggota atau timnya," ujar Astrid di hadapan peserta.

​Bedah 7 QI Skills dan "Kuda Liar"

Seminar ini semakin berbobot dengan kehadiran Founder Desamind, Hardika Dwi Hermawan, yang membedah konsep 7 QI Skills (Keterampilan Kecerdasan Kuantum) yang wajib dimiliki pemimpin masa depan.

​Hardika menyoroti pentingnya Self-Management atau ME Skills sebagai fondasi utama. Ia mengibaratkan emosi sebagai tenaga besar yang harus dikelola dengan kesadaran penuh.

​"Emosi kalau kurang pengontrolan akan jadi seperti kuda liar. Ia bisa merusak, tapi jika dikendalikan dengan ME Skills yang baik, ia bisa mengantar kita ke tujuan dengan cepat," jelas Hardika.

​Selain manajemen diri, Hardika juga menekankan pentingnya Wobble Skills (ketahanan/resiliensi) agar mahasiswa mampu bangkit dari kegagalan, serta What If Skills (kreativitas) untuk melihat peluang baru.

​Kesalahan Fatal Mahasiswa

Sesi selanjutnya diisi oleh CEO MySkill, Angga Fauzan, M.Sc., yang memberikan pandangan kritis terkait persiapan karir. Angga mengingatkan agar mahasiswa tidak menunda persiapan masa depan hingga detik-detik terakhir.

​"Menyiapkan karir usai wisuda adalah kesalahan paling fatal mahasiswa," kritik Angga.

​Ia membagikan prinsip suksesnya kepada mahasiswa dari UNS, UMS, dan UIN Raden Mas Said yang hadir. 

Menurutnya, fokus pada proses adalah kunci. "Kalau menginginkan tujuan akhir, fokuslah pada jembatannya," pungkasnya di acara yang disponsori Kans, hycamera, dan beramalbersama.com itu. (*)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • CEO MySkill Ungkap ​Kesalahan Fatal Mahasiswa

Trending Now

Iklan