SUARA NEGERI | PEMALANG — Warga Pemalang mengkritisi antipasi dan kesiapsiagaan Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, terkait cuaca ekstrem yang merendam sejumlah wilayah.
"Tampak sekali Pemda kurang siap menghadapi kenyataan cuaca ekstrem kali ini," kata Gusti Anggoro, pengamat kebijakan publik, pada Selasa (3/2).
Menurut Gusti, maraknya postingan dan kritikan di media sosial terkait banjir Pemalang serta tanah longsor menujukkan atensi publik Pemalang terhadap kinerja Pemkab sangat dominan.
"Itu bagus untuk membangun kesinambungan kinerja Pemkab agar bisa bekerja maksimal. Sayangnya, hal itu tak direspon semua OPD. Masih ada OPD yang gugup menghadapi hal hal yang diluar prediksi itu," ujarnya.
Sebuah contoh adalah banjir di City Walk Pemalang. Warga banyak merilisnya sebagai arena "Wisata Banjir Di City Walk Pemalang".
Seperti diwartakan sebelumnya, tampak genangan air setinggi 50 cm itu membuat aktivitas warga lumpuh.
Acara hajatan agenda tahunan seperti konser amal Hari Jadi ke-451 di Alun-Alun Pemalang pun terpaksa dibubarkan.
Warga Pemalang melihat kondisi ini terparah utamanya di jalur utama dan pusat keramaian, di mana sistem drainase tidak mampu menampung debit air yang turun sangat cepat.
Cuaca ekstrem ini juga berdampak pada rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-451. (Himawan)


