Warga Desa Lohia Sapalewa Tandu Lansia Sakit 4 Kilometer Karena Tak Ada Akses Jalan Layak

SuaraNegeri.com
Kamis, 21 Mei 2026 | 06:43 WIB Last Updated 2026-05-20T23:43:46Z

SERAM BAGIAN BARAT — Keterbatasan infrastruktur dan layanan kesehatan di wilayah pedalaman kembali menjadi sorotan. Seorang warga lanjut usia di Desa Lohia Sapalewa, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, terpaksa ditandu oleh warga karena tidak adanya akses jalan yang layak untuk kendaraan menuju desa tersebut.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 18 Mei 2026, saat seorang lansia bernama Balandina Tibalimeten (70) mengalami sakit dan membutuhkan penanganan medis.

Karena kendaraan tidak dapat menjangkau lokasi, warga akhirnya bergotong royong mengevakuasi pasien menggunakan kain dan sebatang bambu sebagai tandu darurat. Pasien kemudian dipikul secara bergantian oleh warga menyusuri jalan setapak yang terjal menuju jalan utama agar dapat dijemput kendaraan menuju fasilitas kesehatan terdekat.

Warga menyebut, jarak dari desa menuju akses jalan utama mencapai sekitar 4 kilometer, dengan kondisi medan yang cukup berat, berupa jalan tanah, jalur pegunungan, serta akses yang sulit dilalui terutama saat kondisi darurat.

Tokoh muda Seram Bagian Barat, Yanto Lemosol pada rabu 20 Mei 2026, menilai kondisi tersebut merupakan persoalan serius yang harus segera mendapat perhatian pemerintah.

“Ini bukan sekadar soal infrastruktur, tetapi menyangkut keselamatan warga dan hak dasar masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Sangat disayangkan, di tahun 2026 masih ada masyarakat yang harus mempertaruhkan keselamatan hanya untuk mendapatkan akses pengobatan,” ujar Yanto.

Menurutnya, kejadian seperti ini menunjukkan masih adanya ketimpangan pembangunan, khususnya di wilayah pedalaman Kabupaten Seram Bagian Barat.

“Pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat harus melihat ini sebagai alarm serius. Jangan sampai masyarakat di pedalaman terus merasa tertinggal dan hanya menjadi penonton pembangunan,” tegasnya.

Yanto juga mendorong agar pemerintah segera mengambil langkah konkret, mulai dari pembangunan akses jalan, penguatan fasilitas kesehatan dasar, hingga penempatan tenaga kesehatan di wilayah yang sulit dijangkau.

“Kalau akses jalan belum memungkinkan dalam waktu dekat, minimal harus ada tenaga kesehatan tetap atau fasilitas layanan dasar seperti Polindes. Jangan sampai setiap ada warga sakit, masyarakat harus memikul sendiri dengan cara seperti ini,” tambahnya.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki kondisi tersebut, agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Peristiwa ini menjadi gambaran bahwa masih ada wilayah di Indonesia yang menghadapi keterbatasan serius dalam mengakses layanan dasar, khususnya kesehatan, akibat infrastruktur yang belum memadai. (red)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Warga Desa Lohia Sapalewa Tandu Lansia Sakit 4 Kilometer Karena Tak Ada Akses Jalan Layak

Trending Now

Iklan