Kairatu — Kesalahpahaman yang sempat terjadi antara personel TNI AD dan anggota Polri di Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, akhirnya diselesaikan secara damai melalui mediasi pimpinan kedua institusi, Kamis pagi.
Proses penyelesaian berlangsung di Markas Koramil 1513-03/Kairatu Hari jumat, 15/5/2026 sekitar pukul 10.30 WIT, dipimpin langsung Komandan Kodim 1513/SBB Letkol Arh. Jaka Putra Dinda, S.H., M.Han., didampingi Wakil Kepala Kepolisian Resor Seram Bagian Barat Kompol Beni Kurniawan, S.H., S.I.K., M.A.
Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Pasi Intel Kodim 1513/SBB Kapten Prabowo, Danramil 1513-03/Kairatu Kapten Heri Tupamahu, Kapolsek Kairatu AKP Esau Masbaitubun, serta personel dari jajaran TNI dan Polri.
Dalam arahannya, Dandim 1513/SBB menegaskan bahwa insiden yang terjadi beberapa hari sebelumnya merupakan bentuk kesalahpahaman dan miskomunikasi antarpersonel, sehingga diharapkan tidak berkembang menjadi isu yang dapat mengganggu hubungan kelembagaan kedua institusi.
“Yang terjadi sebelumnya hanyalah kesalahpahaman akibat miskomunikasi antarpersonel. Karena itu, saya berharap tidak ada lagi isu-isu lain yang berkembang di luar substansi kejadian,” ujar Jaka Putra Dinda.
Ia menekankan pentingnya menjaga sinergi, komunikasi, dan soliditas antara TNI dan Polri, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat.
“Kita harus tetap menjaga sinergitas, meningkatkan silaturahmi, serta memperkuat kerja sama yang baik antara kedua institusi demi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” katanya.
Sementara itu, Wakapolres SBB Kompol Beni Kurniawan menyampaikan bahwa kepolisian tetap menjalankan prosedur penanganan sesuai ketentuan hukum yang berlaku terkait laporan yang diterima.
Menurut dia, hingga saat ini penyidik telah memeriksa sedikitnya tiga orang saksi untuk mendalami rangkaian peristiwa tersebut.
“Kami telah mengambil langkah-langkah penanganan sesuai prosedur hukum. Sejumlah saksi telah diperiksa, dan proses pendalaman terus berjalan,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada aparat kepolisian dalam menjalankan proses penanganan secara profesional, cepat, dan terukur.
“Kami berharap masyarakat tetap bersabar, tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta mendukung proses penegakan hukum yang sedang berjalan,” katanya.
Di akhir kegiatan, pimpinan TNI dan Polri kembali menegaskan komitmen bersama untuk menjaga soliditas antarlembaga, sekaligus memastikan situasi keamanan di wilayah Seram Bagian Barat tetap aman dan kondusif.
Penyelesaian persoalan tersebut ditutup dengan saling berjabat tangan antara personel yang terlibat, disaksikan jajaran pimpinan kedua institusi sebagai simbol penyelesaian damai dan penguatan sinergitas TNI–Polri. (*)


