Refleksi Hari Pers Nasional 2026, Marwah Jurnalis: Loyalitas pada Publik

SuaraNegeri.com
Senin, 09 Februari 2026 | 16:11 WIB Last Updated 2026-02-09T09:21:18Z

Refleksi Hari Pers Nasional 2026

Jakarta, Hari Pers Nasional (HPN) 2026 hadir bukan sekadar sebagai perayaan seremonial. 

Bagi kita, ini adalah hari untuk menundukkan kepala sejenak, merenungi kembali sumpah profesi, dan meneguhkan hati bahwa jurnalisme adalah jalan sunyi pengabdian kepada kebenaran, bukan jalan pintas menuju kekuasaan.

1. Marwah Jurnalis: Loyalitas pada Publik

Sejarah pers bangsa ini dibangun di atas pondasi idealisme, bukan pragmatisme.

 * Bukan Humas Penguasa: Kita harus menarik garis tegas. Tugas jurnalis adalah mengawasi jalannya pemerintahan, bukan menjadi juru bicara yang memoles citra pejabat. 

Ketika pers kehilangan daya kritisnya, saat itulah demokrasi mati suri.

 * Keberpihakan pada Fakta: Loyalitas pertama seorang jurnalis adalah kepada warga negara. 

Tulisan kita harus menjadi pelita bagi mereka yang gelap akan informasi dan menjadi suara bagi mereka yang tak mampu bersuara.

2. Tantangan di Tengah Badai Disrupsi

Zaman berubah, tantangan pun bermutasi. 

Musuh kita hari ini bukan hanya pembredelan fisik, melainkan godaan yang lebih halus namun mematikan.

 * Melawan Arus Dangkal: Di era digital di mana kecepatan sering kali membunuh ketepatan, jurnalis harus tetap menjadi "penjaga gawang" verifikasi. 

Jangan biarkan jurnalisme berkualitas tenggelam oleh gelombang clickbait dan sensasi murahan.

 * Independensi Harga Mati: Tekanan ekonomi dan politik tidak boleh menggadaikan ruang redaksi. 
Berita pesanan adalah racun yang membunuh kepercayaan publik secara perlahan.

3. Seruan untuk Rekan Sejawat

Di momentum HPN 2026 ini, saya mengajak seluruh rekan juang pers untuk merapatkan barisan:

 * Rawat Integritas: Sebagus apapun tulisanmu, tanpa etika dan integritas, ia hanyalah sampah kata-kata. 

Jadikan Kode Etik Jurnalistik sebagai panglima tertinggi dalam setiap goresan pena.

 * Solidaritas Tanpa Batas: Jangan biarkan sekat-sekat organisasi memecah belah kita. Ketika satu jurnalis dikriminalisasi karena karya jurnalistiknya yang benar, itu adalah luka bagi seluruh tubuh pers Indonesia.

Jangan pernah takut untuk menulis kebenaran, meski suara kita bergetar. 

Sebuah bangsa akan tegak berdiri jika persnya sehat, berani, dan bermartabat. 

Mari kita wariskan jurnalisme yang membanggakan, bukan jurnalisme yang menghamba.

Selamat Hari Pers Nasional 2026.

Tetaplah tajam, tetaplah berimbang, dan tetaplah berpihak pada nurani. (Syam RS)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Refleksi Hari Pers Nasional 2026, Marwah Jurnalis: Loyalitas pada Publik

Trending Now

Iklan