SUARA NEGERI | WONOSOBO — Program penghijauan Perhutani di kawasan Dieng, Wonosobo, saat ini berfokus pada transisi dari pertanian sayur semusim ke sistem Agroforestri (pertanian berbasis kehutanan). Program ini dikelola oleh Perhutani KPH Kedu Utara dan melibatkan berbagai pihak termasuk masyarakat lokal area dieng kabupaten Wonosobo.
Ada beberapa poin penting mengenai program penghijauan ini diantaranya adalah Strategi Utama Agroforestri mengingat banyaknya lahan hutan yang beralih fungsi menjadi ladang kentang, Perhutani menerapkan konsep Agroforestri yang mengandung arti bahwa masyarakat tetap boleh bertani di kawasan hutan, namun wajib menanam pohon keras di sela-sela tanaman mereka untuk menjaga struktur tanah dan resapan air.
Diantara komoditas Utama yang ditanam adalah Kopi Arabika, Macadamia, Alpukat, dan Pinus yang memiliki tujuan untuk mengurangi risiko erosi dan tanah longsor (mitigasi bencana) tanpa mematikan ekonomi petani.
Kegiatan penghijauan ini memprioritaskan Penanaman di d beberapa area yang menjadi fokus utama reboisasi dan restorasi diantaranya adalah :
• Kawasan Gunung Pakuwojo: Penanaman bersama Pemdes Sembungan dan Kodim 0707.
• Desa Mlandi (Kecamatan Garung): Rehabilitasi lahan seluas puluhan hektare (Petak 3A, 6, dan 7) bersama BPBD Wonosobo.
• Kawasan RPH Dieng (Desa Sikunang & Igirmranak): Fokus pada penanaman kopi dan tanaman konservasi melalui skema Kemitraan Kehutanan Perhutani (KKP).
•Sabuk Hijau (Green Belt) Bendungan Bener: Penghijauan di Kecamatan Kepil sebagai penyangga lingkungan.
Program penghijauan yang dilaksanakan di area dieng ini tidak dilakukan sendirian, dimana perhutani tergabung dalam Forum Sinergi Konservasi Lingkungan Hidup bersama pemerintah yang diwakili oleh DLH Wonosobo, TNI (Kodim), dan Polri, sedang Perusahaan adalah PT Geo Dipa Energi (PLTP Dieng), PT Indonesia Power, dan Danone-Aqua (Tirta Investama), sedangkan dari unsur masyarakat dilakukan oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan yayasan lokal seperti Jaga Tunas Bumi.
Kepala Desa Sikunang, Nur AMIN bersama masyarakat dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan Sikunang pada, minggu 14 Februari 2026 secara gotong royong melakukan penanaman/penghijauan berupa pohon kopi sebagai wujud dukungannya terhadap progam Indonesia asri yang didampingi dan didukung oleh Perhutani Kabupaten Wonosobo.
Yossi selaku Asper Perhutani wilayah Kedu Utara hadir dalam pelaksanaan penghijauan ini.
"Saya mengucapkan terimakasih yang tak terhingga atas aspirasi ikut sertanya masyarakat desa Sikunang yang telah ikut mendukung dan membantu menjaga kehutanan yang berada dipetak 8 didesa sikunang tersebut, karna dipetak 8 yang berada didesa sikunang kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo termasuk hutan kritis, maka saya selaku Asper Kedu Utara yang hari ini dibantu oleh Mantri Heri sangat mendukung keras adanya kegiatan penanaman ataupun penghijauan dipetak 8 sebagai wujud kepedulian kita semuanya untuk mencegah terjadinya bencana di desa Sikunang,” ungkap Yossi.
Hingga awal tahun 2026, Perhutani semakin intensif melakukan Edukasi Pesanggem (petani hutan). Fokusnya adalah mengubah pola tanam di lereng curam untuk mencegah longsor. Mereka mendorong penanaman pohon yang memiliki akar kuat namun tetap memiliki nilai ekonomi tinggi (seperti buah-buahan). (NoerSobo)


