SUARA NEGERI | SIGI — Salah satu upaya mendukung minat wisata di Danau Lindu, Pemerintah Kabupaten Sigi Tengah melalui Dinas Ketahanan Pangan Bidang Budidaya Perikanan, Bumdes Desa Tomado bersama Komunitas P3D (Penggerak, Pemberdayaan Perikanan Darat) melakukan penebaran benih ikan sebanyak 15000 ekor ikan nila di karamba jaring apung (KJA) wisata alam Danau Lindu Desa Tomado Kecamatan Lindu, Senin (9/2/2025).
Jackson selaku Ketua Komunitas P3D mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kolaborasi antara pemerintah kabupaten Sigi, Bumdes Desa Tomado serta Komunitas ikan air tawar dalam rangka pengembangan sektor perikanan dan ketahanan pangan terpadu.
"Sebanyak 8 Petak karamba apung ukuran 4x4m dengan tebar 15000 ekor ikan nila sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat desa dan dapat terintregrasi dengan program-program-pemerintah terhadap ketahanan pangan," ujarnya.
Selain itu, Jackson menjelaskan kehadiran pendampingan tekhnis bersama P3D termasuk manajemen produksi pengelolaan budidaya dan pendampingan pemasaran. Dengan pendampingan tersebut hasil panen masyarakat diharapkan lebih mudah terserap pasar sehingga usaha dapat berjalan dengan lancar dan berkelanjutan.
"Tadi saya bersama masyarakat di Danau Lindu memberikan pendampingan berupa tekhnis cara budidaya ikan air tawar, bagaimana cara pemberian pakan dan pengelolaan limbah kotoran ikan untuk menjaga ekosistem danau sehingga usaha budidaya bisa bekelanjutan dalam jangka panjang," tuturnya.
Jackson menegaskan semangat kolaboratif seperti ini sangat penting melahirkan program perikanan yang dapat menopang ketahanan pangan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi pemerintah Desa Tomado dan Dinas Ketahan Pangan Kabupaten Sigi yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam rangka mengembangkan potensi perikanan lokal.
Dinas Ketahanan Pangan yang di wakili oleh Kabid Budidaya Perikanan Kabupaten Sigi, Abdul Gafur menginginkan program tebar budidaya ikan air tawar di Danau Lindu diharapkan dapat menjadi model pengembangan ekonomi desa berbasis budidaya ikan air tawar berkelanjutan dan dapat teritregrasi dengan menggabungkan potensi sumberdaya perikanan dengan aktifitas wisata konservasi dan edukasi.
"Konsep bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat lokal melalui pemanfaat perikanan berkelanjutan dan mendorong pengembangan sektor wisata danau lindu," ungkapnya.
Dengan adanya keramba apung di Danau Lindu salah satu pengembangan kawasan pariwisata terintregasi dan diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, yaitu sebagai upaya konservasi serta menyediakan sumber protein yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.
Penebaran benih ikan nila ini juga bertujuan untuk memperkenalkan budidaya ikan secara mandiri kepada masyarakat yang dikelola oleh Bumdes Desa Tomado.
"Ikan nila memiliki pertumbuhan yang cepat dan mudah dipelihara, sehingga cocok untuk dibudidayakan di berbagai perairan umum dan salah satunya yakni di Danau Lindu. Kami berharap langkah ini bisa membuka peluang bagi warga untuk mengembangkan usaha budidaya ikan karamba apung," ujar Abdul Gafur.
Pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem perairan melalui pemantauan rutin serta edukasi kepada masyarakat agar kegiatan ini tidak merusak keseimbangan alam dengan memperhatikan kelestarian lingkungan pesisir atau perairan danau lindu.
Proses dengan dilakukannya kegiatan ini secara berkelanjutan, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan hasilnya sebagai sumber pangan yang bergizi, sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kelestarian lingkungan hidup, sekaligus mendukung Program Pemerintah Pusat yakni Swasembada maupun Program makan Bergizi Gratis.
Kegiatan tebar bibit karamba apung di Danau Lindu di ikuti oleh Kepala Desa Tomado Harianto Hasan, Kabid Budidaya Perikanan Kabupaten Sigi Abdul Gafar, Komunitas P3D, Bumdes Desa Tomado dan Penyuluh Perikanan.(DhankZ)



