Potret Buruk Rupa Di Selayar, Lansia Ini Hanya Bisa Melangitkan Doa

SuaraNegeri.com
Selasa, 27 Januari 2026 | 11:29 WIB Last Updated 2026-01-27T04:37:22Z

SUARA NEGERI | JAKARTA — Informasi warga terkait dengan keberadaan seorang wanita yang tinggal numpang di bawah kolom rumah panggung reot, beratapkan langit, milik salah seorang warga Jln. Jend. Achmad Yani, Lingkungan Bua bua timur, Kelurahan Benteng Utara, Kecamatan Benteng, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, kembali terkuak.


Potret buruk itu terlihat lugas sekaligus miris, karena temuan bangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu) di jantung ibukota kabupaten itu lokasinta tak jauh dari Kantor Bupati.

Ia adalah Mariati (68 tahun), orang tua lansia yang sehari harinya bekerja sebagai buruh cuci dengan upah dua ratus lima puluh ribu rupiah, merupakan satu dari sekian banyak potret orang tua kategori lansia di daratan Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan yang tinggal menempati bangunan pemukiman tidak layak huni.


Keterbatasan ekonomi dan ketidak mampuan secara finansial, memaksa Mariati alias Ati, tinggal numpang menempati kolong rumah panggung, berukuran 5x10 meter, milik salah seorang warga Jln. Jend. Achmad Yani, Benteng, yang kondisi bangunannya sudah sangat tidak layak dan beresiko mengakibatkan bencana.

Selain kondisi bangunan rumah yang tidak layak huni, Mariati (68 tahun) harus pasrah, tinggal menempati kolom rumah, berlantai tanah tanpa ruang kamar, dan hanya beralas tikar plastik seadanya. Kolom rumah bersekat kain kain bekas, tanpa dukungan penerangan listrik, membuat hunian Mariati, tampak gelap dengan kesannya yang pengab.

Suasana gelap mewarnai kolom rumah pada pagi, siang, hingga malam menjelang. 

Pasalnya, cahaya matahari tak sedikitpun, mampu merangsek masuk ke dalam kolom rumah berdinding klasiboard (fiber cement board) tersebut.

Tak ada celah sedikitpun, untuk cahaya dan udara bisa menembus masuk ke dalam kolom rumah.

Berbeda dengan rumah hunian pada umumnya, kolom rumah yang ditempati Mariati (68 tahun) tak sedikitpun, diwarnai oleh keberadaan perabot rumah tangga dan sejenisnya.

Di depan pintu kolom rumah, terlihat hanya ada lemari kayu butut dan kursi plastik patah yang sudah sangat tidak layak untuk dijadikan sebagai tempat duduk.

Sementara sisi samping dan belakang kolom rumah, dikelilingi oleh lahan kosong yang ditumbuhi rumput serta tanaman liar. Lahan tanpa bangunan yang oleh warga setempat dijadikan sebagai lokasi pembuangan sampah dan berpotensi menjadi sarang ular. 

Pemilik bangunan rumah, Rafiuddin (52 tahun) mengakui, rumahnya sudah berulangkali mendapat kunjungan dan menjadi obyek pengambilan gambar. Bahkan selama itu pula, dia sudah beberapa kali dimintai kelengkapan dokumen administrasi kependudukan.

Namun tak satupun yang pernah membuahkan hasil, ungkapnya kepada wartawan, pada Sabtu, (24/1) petang.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Selayar, Siregar, S.STP., M.Si yang dihubungi wartawan via sambungan telefon selular, Sabtu, (24/1) petang, menandaskan, untuk tahun anggaran 2026 ini, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, sama sekali tidak memiliki alokasi anggaran program bedah rumah. 

Terkecuali, bila pemerintah pusat, berkenan mengalokasikan pos anggaran bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS), itupun kalau ada, terangnya.

Berbeda dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Lembaga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang berkewenang menampung dan mengelolah saving dana ummat, disebut Siregar, memiliki alokasi anggaran bedah rumah tanpa embel embel pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan badan pemeriksa keungan (BPK).

Pertanggung jawaban Baznas, kata dia, dilakukan langsung di akhirat, tanpa dukungan kepemilikan tanah atau lahan, pungkasnya.  

Namun saat hal itu ditanyakan ke Ibu Ati, Ia hanya menggeleng. "Saya hanya bisa berdoa," katanya lirih. (FS/Red)

Simak liputan eksklusif ini Di SNTV, untuk menonton silahkan Klik DISINI

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Potret Buruk Rupa Di Selayar, Lansia Ini Hanya Bisa Melangitkan Doa

Trending Now

Iklan