CLOSE ADS
CLOSE ADS

Wartawan Ancam Boikot Pemberitaan Polres Bulukumba, Ini Alasannya

SuaraNegeri.com
12 April 2023 | 02:31 WIB Last Updated 2023-04-11T19:31:53Z

SUARA NEGERI | BULUKUMBA —  Sejumlah jurnalis dan aktivis yang tergabung dalam Aliansi Peduli Jurnalis (APJ) Bulukumba menggelar aksi cuci seragam polisi di depan Kapolres Bulukumba serta sejumlah aparat kepolisian, di gerbang masuk Mapolres Bulukumba, pada Selasa, (11-04-2023).

Baso Marewa selaku koordinator aksi tersebut menjelaskan, aksi cuci baju tersebut sebagai simbol membersihkan institusi Kepolisian dari oknum-oknum jahat.

"Kami turut prihatin dengan kondisi di institusi kepolisian selalu saja ada oknumnya yang melakukan perbuatan yang justru merusak nama baik institusinya sendiri," kata jurnalis Radar Selatan tersebut.

"Aksi cuci seragam kepolisian sebagai simbol membersihkan kepolisian dari oknum-oknum kotor," tambahnya.

Aksi unjuk rasa tersebut digelar atas dugaan tindak kekerasan dan intimidasi yang dilakukan oleh oknum kepolisian Bulukumba terhadap Sudirman selaku jurnalis MNC Media saat melakukan reportase aksi kekerasan aparat terhadap demonstran.

Bagi APJ, tindakan yang dilakukan oleh oknum polisi itu merupakan peristiwa kelam bagi kebebasan pers di Indonesia khususnya di Kabupaten Bulukumba.

Pers mempunya hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan informasi, dan apa bila itu dihalangi maka konsekuensinya adalah pidana.

Sebagaimana yang diatur dalam Pasal 18 ayat 1 UU No 40 tentang Pers, bahwa yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat penghambatan atau menghalangi pelaksanaan ketentuan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 500.000.000.

Karena itu, dalam aksi APJ menuntut agar Polres Bulukumba segera memproses laporan dari Dirman secara profesional dan memberikan keadilan terbaik bagi korban yang mengalami luka fisik dan psikis.

Polres Bulukumba juga diminta melakukan evaluasi dan memberikan sanksi berat kepada oknum polisi yang menjadi pelaku intimidasi terhadap jurnalis.

"Aliansi Peduli Jurnalis dan segenap insan pers di Kabupaten Bulukumba akan memboikot pemberitaan Polres Bulukumba hingga proses kasus kekerasan terhadap jurnalis diselesaikan secara adil," tegas Baso Marewa membacakan tuntutan APJ.

APJ juga menegaskan, bahwa apabila proses laporan dari Dirman tidak memiliki progres dalam tiga hari ke depan ini, maka APJ kembali akan melakukan aksi dan tentu dengan jumlah yang lebih banyak serta serentak akan menggalang solidaritas serentak se Indonesia.

Aksi dari APJ di gerbang masuk Mapolres Bulukumba itu langsung direspon oleh Kapolres Bulukumba, AKBP Ardyansyah.

Di depan para peserta aksi AKBP Ardyansyah berjanji akan mengusut dengan serius kasus dugaan kekerasan yang dialami oleh Dirman.

"Percayakan kasus ini kepada kami. Kami tidak akan main-main dalam mengusut kasus ini, dan kalau yang bersangkutan terbukti melakukan tindakan kekerasan, maka kami akan menindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Kapolres.

Kapolres juga berjanji bahwa kasus yang dilaporkan oleh Dirman dan APJ akan ditangani oleh pihaknya dengan transparan.

"Kalau ada perkembangan pasti kami akan kabarkan ke teman-teman. Dan teman-teman juga bisa menghubungi saya secara langsung," imbuh AKBP Ardyansyah.

Diketahui, organ yang tergabung dalam APJ antara lain Forum Jurnalis Selatan (FJS), AGRA Bulukumba, insan pers serta individu merdeka lainnya. (Tim).

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Wartawan Ancam Boikot Pemberitaan Polres Bulukumba, Ini Alasannya

Trending Now

Iklan