-->
  • Jelajahi

    Copyright © SUARANEGERI.COM | BERITA SUARA NEGERI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Satgas Pamtas Yonif 403/WP Sweeping Di Wilayah Perbatasan RI-PNG

    SuaraNegeri.com
    10 Juni 2021, 17:19 WIB Last Updated 2021-06-10T10:19:45Z

    SUARA NEGERI ■ Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista melaksanakan sweeping terhadap pengguna jalur darat dan jalur perairan di Kampung Towe Hitam, Distrik Towe, Kabupaten Keerom, Papua, pada Kamis (10/6/2021).

    Dansatgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista Letkol Inf Ade Pribadi Siregar, S.E., M.Si. menjelaskan, operasi Sweeping yang dilaksanakan ini untuk menciptakan stabilitas keamanan khususnya di wilayah Perbatasan.

    “ Hal ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan warga di wilayah perbatasan, dan mencegah tindakan-tindakan melanggar hukum atau norma yang berlaku di wilayah perbatasan seperti peredaran narkoba dan Miras," Ucap Letkol INF Ade Pribadi Siregar.

    Menurutnya, mengingat peredaran narkoba seperti ganja begitu juga tindak kriminal akibat minum minuman keras masih marak terjadi, dengan kegiatan yang lakukan ini dapat memberikan kenyamanan bagi warga dalam memaknai bulan lahirnya Pancasila.

    " Bulan Lahirnya Pancasila ini merupakan bulan yang bersejarah bagi Negara Republik Indonesia yang kita cintai dan kita banggakan ini serta menciptakan situasi yang kondusif, aman dan tenteram,” tambah Dansatgas.

    Sementara itu Danpos Towe Hitam Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista Letda Inf Redo mengungkapkan bahwa operasi yang dilakukan kali ini bersifat operasi simpatik.

    Oleh karena itu menurutnya sweeping dilakukan dengan sopan santun terhadap pengguna jalur darat dan jalur air serta tetap memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba dan miras atau barang illegal lainnya.

    “Oleh karena itu operasi sweeping dilakukan dengan penuh sopan santun baik terhadap pengguna jalur darat dan pengguna jalur perairan juga disertai dengan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba dan miras atau barang illegal lainnya," ungkap Redo (red)
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru