-->
  • Jelajahi

    Copyright © SUARANEGERI.COM | Sumber Berita Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Halaman Depan

    AMP Desak Pemerintah dan DPR Agar Segera Merevisi UU Otonomi Khusus Papua

    Suara Negeri
    08 Februari 2021, 17:53 WIB Last Updated 2021-02-08T10:53:05Z
    AMP Desak Pemerintah dan DPR Agar Segera Merevisi UU Otonomi Khusus Papua

    SUARA NEGERI ■ Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), mengadakan konferensi pers menyikapi situasi terkini di Papua dan penganiayaan yang telah terjadi kepada anggota AMP, pada bulan januari lalu. 

    Rajid, selaku Sekjen AMP menilai permasalahan yang ada di Papua dan Papua Barat perlu mendapatkan perhatian serius Pemerintah, demikian disampaikan dalam konferensi pers di Omah Cafe, Tangsel, pada Senin (08/02/2021).

    "Perkembangan akhir-akhir ini di Papua memang sangat perlu perhatian khusus kita semua. Bagaimana kita bersama-sama dengan pemerintah, TNI dan Polri untuk melakukan semua pekerjaan pekerjaan di daerah Papua dengan terukur, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada," kata Rajid.

    Rajid juga mengatakan, saat ini pemerintah harus konsisten dalam hal pembangunan di daerah Papua dan Papua Barat. Hal tersebut, tentunya harus berjalan seirama dengan UU Otonomi Khusus Papua. 

    Menurutnya, otonomi khusus merupakan solusi terbaik pembangunan Papua ke depan.

    "Saya kira tidak ada cara lain, otonomi khusus adalah solusi terbaik untuk pembangunan Papua ke depan," ucap Rajid. 

    Lebih lanjut, Rajid mendesak pemerintah dan DPR RI agar segera merevisi UU Otonomi Khusus Papua yang akan berakhir pada 2021. Pemerintah juga diminta untuk menyerap aspirasi masyarakat Papua dengan baik.

    "Tentu teman-teman Papua dan Papua Barat mendukung pemerintah untuk melaksanakam revisi Undang-undang itu dengan baik, supaya Undang-undang itu bisa bermanfaat baik untuk orang asli Papua dan semua yang hidup di tanah Papua," pungkasnya.

    Rajid juga mengecam segala bentuk penganiayaan yang dilakukan terhadapnya. Ia meminta kepolisian untuk segera menangkap pelaku.

    “Ketika perbedaan pendapat tidak diilhami maka mereka memilih untuk melakukan kekerasan kepada saya, dan saya meminta kepolisian untuk menangkap aktor dibalik orang yang menganiaya saya,” tegasnya.

    Dalam konferensi pers ini, Aliansi Mahasiswa Papua juga memberikan pernyataan sikap secara resmi :

    1. Kami Aliansi Mahasiswa Papua mendukung otsus jilid II dilanjutkan untuk masa depan pendidikan Papua.
    2. Mengajak seluruh masyarakat Papua dan Papua Barat untuk mengawal dana otsus jilid II tersalurkan dengan baik hingga di rasakan oleh seluruh rakyat Papua.
    3. Meminta Pemerintah untuk memperbaiki regulasi penggunanaan dana otsus jilid II agar tidak di salah gunakan untuk kepentingan kelompok atau golongan. 
    4. Sekalipun satu di antara kami ada yang teraniaya baik secara fisik atau pun moral tapi kami Aliansi Mahasiswa Papua tetap NKRI dan mendukung otsus jilid II dilanjutkan.

    ■ Irwan

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru

    loading...