-->
  • Jelajahi

    Copyright © SUARANEGERI.COM | Sumber Berita Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Halaman Depan

    Heboh Soal Video Rahmat Laguni, Jubir: Narasi Sudah Diedit Oleh Orang Tidak Bertanggung Jawab

    Suara Negeri
    26 November 2020, 15:39 WIB Last Updated 2020-11-26T08:39:02Z
    Heboh Soal Video Rahmat Laguni, Jubir: Narasi Sudah Diedit Oleh Orang Tidak Bertanggung Jawab

    SUARA NEGERI ■ Pernyataan Calon Wakil Bupati nomor urut 1, yang sempat viral di media sosial facebook, Rahmat Laguni angkat bicara terkait persoalan itu. 

    Menurutnya, Video yang berdurasi 27 detik itu sudah diedit atau dipotong, tidak secara keseluruhan dimunculkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung-jawab. 

    Rahmat Laguni menyebutkan, bahwa statementnya saat kampanye di Desa Sidomukti, Kecamatan Bone-Bone bahwa Ketua DPRD seperti kerbau yang dicucuk hidungnya, itu adalah sebuah peribahasa. 

    "Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti pribahasa seperti kerbau dicocok hidungnya adalah selalu menurut saja,"jelas Rahmat Laguni.

    Sementara itu, Juru bicara Paslon nomor urut 1, Fujianto Manati mengatakan bahwa  video itu adalah bentuk kritik terhadap pejabat publik yang di sisi lain juga mengisyaratkan kekecewaan sekaligus keprihatinan terhadap kondisi yang dimaksud.

    "Walaupun sebagai anggota partai tidak boleh diatur berlebih oleh partainya. Harus ada batasan-batasan sebagai anggota atau petugas partai dan tanggung jawab sebagai pejabat publik (ketua DPRD red). Kritik itulah yang kemudian dinarasikan dengan metafora "kerbau yang dicucuk hidungnya," jelas Fujianto Manati. 

    Fujianto juga menyebutkan bahwa dalam kritikannya, Pak rahmat laguni tidak ada maksud melakukan penghinaan terhadap pribadi ataupun kelompok komunitas serta lembaga DPRD melainkan murni kritik terhadap jabatan publik ketua DPRD seperti yang dijelaskan diatas. 

    "Jadi ada perbedaan konteks yang jauh antara apa yang dimaksud oleh pak rahmat dalam kritiknya tersebut, dengan apa yang jadi gorengan sepihak oleh orang tertentu yang merasa bahwa ini adalah penghinaan pribadi," sebut Fujianto.

    ■ Adinda
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru

    loading...