Golkar Dorong Generasi Muda Jadi Pemersatu dalam Momentum Paskah 2026

SuaraNegeri.com
Sabtu, 25 April 2026 | 13:29 WIB Last Updated 2026-04-25T06:29:43Z

Jakarta — Partai Golkar menyelenggarakan Pentas Musik dan Refleksi Paskah Nasional Tahun 2026 sebagai bagian dari komitmennya dalam merawat nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan kemajemukan. Kegiatan ini menjadi representasi nyata posisi Golkar sebagai partai yang menjunjung tinggi semangat inklusivitas dan penghormatan terhadap keberagaman.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily, menegaskan bahwa peringatan Hari Raya Paskah oleh Partai Golkar merupakan cerminan jati diri partai yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

“Peringatan Hari Raya Paskah ini menjadi bukti bahwa Golkar adalah partai yang inklusif dan menghormati hari besar keagamaan sebagai bagian dari kehidupan berbangsa,” ujar Ace dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (21/4).

Dalam kesempatan tersebut, Ace didampingi oleh Ketua Panitia Penyelenggara Melki Laka Lena, Wakil Ketua Penyelenggara sekaligus Wakil Menteri BP2MI Kristina Aryani, Ketua Steering Committee David Pajung, serta Sekretaris Steering Committee Paul Hasiolan Hutajulu.

Ace menambahkan, momentum Paskah menjadi pengingat bahwa kemajuan Indonesia bertumpu pada persatuan dalam keberagaman. “Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan, melainkan cara hidup dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tuturnya.

Acara Pentas Musik dan Refleksi Paskah Nasional ini dijadwalkan berlangsung pada 24 April 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Kegiatan tersebut rencananya akan dihadiri oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia, jajaran pengurus partai, serta sekitar 3.500 jemaat dan warga gereja dari wilayah Jabodetabek.

Lebih lanjut, Ace menyebut kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi doktrin karya kekaryaan yang menempatkan Golkar sebagai partai yang aktif berkontribusi bagi masyarakat. Ia juga menyampaikan ucapan selamat Paskah kepada umat Kristiani di seluruh Indonesia.

“Semoga semangat kebangkitan menjadi inspirasi untuk memperbarui kemanusiaan, memperkuat solidaritas, dan merawat toleransi sebagai fondasi kehidupan berbangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Melki Laka Lena menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan akan diisi dengan pentas musik rohani, doa bersama untuk bangsa, serta aksi sosial. Bantuan yang disalurkan meliputi renovasi gereja Kristen dan Katolik, serta santunan bagi panti asuhan dan lansia lintas agama.

Menurut Melki, tema Paskah tahun ini selaras dengan tema yang diusung oleh Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), yang menekankan semangat kebangkitan sebagai panggilan bersama seluruh elemen bangsa.

“Paskah dimaknai sebagai momentum pembaruan komitmen, bangkit untuk Indonesia yang inklusif dan lebih bermartabat,” ungkapnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Soedeson Tandra, menambahkan bahwa acara akan diawali dengan doa untuk bangsa, dilanjutkan dengan penyaluran bantuan sosial bagi anak-anak panti asuhan Muslim, Kristen, dan Katolik, serta dukungan renovasi sejumlah gereja.

Ia menegaskan bahwa nilai kasih, keadilan, dan kebersamaan tidak hanya hadir dalam kegiatan sosial, tetapi juga harus menjadi landasan dalam kebijakan politik yang berpihak pada kepentingan rakyat.

“Kami ingin memastikan nilai-nilai tersebut terimplementasi dalam kehidupan politik, sejalan dengan semangat karya kekaryaan Partai Golkar dalam mendukung agenda pembangunan nasional,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gomgom yang menjabat sebagai Ketua Bidang Organisasi DPP BMK57 sekaligus Panitia Pelaksana Pentas Musik dan Refleksi Paskah Nasional Partai Golkar 2026, turut menyampaikan pandangannya. Ia mengajak generasi muda, khususnya di internal partai, untuk tampil sebagai penggerak persatuan di tengah keberagaman.

“Kami mengajak seluruh kader muda Partai Golkar untuk menjadi inisiator pemersatu dan role model di tengah dinamika generasi muda Indonesia. Nilai toleransi, kebersamaan, dan semangat kebangsaan harus hadir nyata dalam tindakan, bukan sekadar narasi,” ujarnya.

Menurutnya, peran generasi muda sangat strategis dalam merawat harmoni sosial sekaligus menjaga arah kebangsaan agar tetap berpijak pada nilai-nilai inklusivitas. (*)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Golkar Dorong Generasi Muda Jadi Pemersatu dalam Momentum Paskah 2026

Trending Now

Iklan