SUARA NEGERI | JAKARTA — Lobster, dan Kepiting, dan Rajungan menjadi salah satu menu favorit selama perayaan Imlek di kota Batam.
Demikian disampaikan Zaenal, seorang pengepul hasil perikanan di Kota Batam, pada Selasa (17/2).
Menurutnya, selama ini ia mampu menyerap 200 kilogram lobster dan 200 kilogram bawal bintang dari BPBL Batam baru-baru ini.
"Minat masyarakat tinggi terhadap dua komoditas tersebut untuk disajikan sebagai menu makanan pada perayaan Imlek 2026," kata dia.
Lobster dan bawal bintang yang dihasilkan BPBL Batam dinilainya memiliki tekstur daging lebih tebal dan masuk kategori kualitas premium.
Sebagai informasi, BPBL Batam berperan sebagai Unit Pelaksana Teknis pembenihan ikan laut yang memastikan ketersediaan induk dan benih unggul ikan laut yang berkualitas, efisien, serta tahan penyakit.
Produksi benih ikan laut BPBL Batam 2025 mencapai 279.000 ekor, melampaui target 250.211 ekor. Hasil produksi didistribusikan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di Batam, Lingga, Karimun, Bintan, dan Kepulauan Meranti.
Hasil modeling budidaya lobster yang dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkontribusi mensuplai kebutuhan lobster untuk perayaan tahun baru Imlek 2026 di Kota Batam.
Selain lobster, bawal bintang hasil budidaya juga diminati pasar di Batam dalam momen Imlek 2026.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru Rahayu, menjelaskan produksi budi daya lobster di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam konsisten dijalankan.
Menurutnya, proses budidaya dimulai dari tahapan pendederan benih bening lobster (BBL), lalu pembesaran hingga memasuki ukuran konsumsi yakni di atas 50 gram per ekor.
“Alhamdulillah saya mendengar langsung dari pembeli hasil budi daya di sini, bahwa hasil modeling terbukti produktif dan berperan dalam menyuplai kebutuhan lobster di Kota Batam, khususnya di Imlek," kata dia, Selasa, 17 Februari 2026. (*)


