SUARA NEGERI | WONOSOBO — Raut wajah kesedihan tampak dari seorang ibu muda di salah satu ruangan yang ada di Puskesmas 1 Selomerto, anak kecil siswa TK Candi yang bernama RK masih terlihat lemas dan wajah pucat karena dari hari jumat makan jatah MBG dari salahsatu SPPG sampai sekarang kondisinya belum pulih 100%. (13/2/26).
Dari beberapa keluarga dan tetangga yang menjenguk kepada awak media mereka menyampaikan merasa kecewa dengan program Makan Bergizi Gratis yang tujuannya baik, namun hingga sampai pelaksana dibawah tidak bisa maksimal bahkan menyebabkan anak-anak mereka sakit perut, diare hingga dirawat di Puskesmas.
MR ibu dari RK, saat bertemu awak media menuturkan anaknya mengalami sakit perut dan diare beberapa jam setelah makan jatah MBG seperti anak-anak yang lain.
“Anak saya makan makanan MBG pada hari jumat dan setelah beberapa jam anak saya pusing dan diare sampai beberapa kali. Saya berusaha membeli obat apotek, tapi hingga selasa tidak ada perkembangan baik, lalu karena saya kuatir kemudian saya bawa ke Puskesmas 2 Selomerto yang kemudian diberi obat dan disuruh menunggu hingga 2 hari untuk melihat kondisinya, karena hingga selasa RK terlihat pucat dan lemas maka kemudian saya bawa ke Puskesmas 1 Selomerto ini,” ungkap MR, kepada awak media.
“Anak saya bisa pulang kalau sel darah putihnya maksimal 11.000 dan untuk sel darah putih anak saya sekarang baru 20.000, keterangan dari petugas Puskesmas akan dilakukan pengecekan sel darah putih lagi pada hari senin, semoga hari senin anak saya sudah bisa pulang ke rumah,” tambahnya.
Pihak SPPG sudah menjenguk korban pada hari rabu, sehari setelah RK masuk Puskesmas.
Salahsatu tetangga yang menjenguk juga merasa kasihan dan kuatir dengan kondisi RK ini, harapannya sebagai masyarakat kecil kepada pemerintah agar benar-benar memantau SPPG yang dipercaya memasak makanan untuk anak-anak dan ibu-ibu hamil, karena kalau tidak diawasi dengan baik dikuatirkan akan terjadi lagi hal yang serupa. Dan menambahkan untuk SPPG yang bersangkutan agar diberikan sangsi yang sesuai. (Tim/KJN)



