SUARA NEGERI | LAMPUNG — Masyarakat Transparansi Merdeka (MTM) Provinsi lampung untuk kesekian kalinya melanjutkan rilis terkait hasil survei dan investigasi yang sudah dilakukan sejak tahun 2025 lalu.
Pada Deskripsi lengkap part yang ke- 7, MTM melalui ketuanya Ashari Hermansyah menyampaikan kepada media, pada pembangunan Gedung kantor kelurahan way kandis, Tanjung senang bandar lampung terindikasi melakukan dugaan pelanggaran spesifikasi, yang tentunya akan bermuara perbuatan Tindak Pidana korupsi, katanya.
Pelaksana pekerjaan tersebut dari perusahaan CV.D*i Ce***kia (DC) yang beralamat di Bandar Lampung, dengan nilai kontrak lebih kurang 1,7 miliar lebih dan sumber anggaran jelas dari APBD dinas pekerjaan umum kota bandar lampung.
"Dari beberapa bagian yang menjadi fokus utama kami dalam menjalankan kegiatan investigasi masih merujuk dari pada pekerjaan struktur, yang memang pada pekerjaan tersebut sangat vital ditambah anggaran yang terserap hampir lebih kurang 40 % lebih, terutama pembesian, Beton, ongkos tukang dan pekerjaan arsitektur lainya," ungkap Ashari.
Bagian-bagian pekerjaan struktur yang sudah kami lakukan investigasi adalah, Pondasi, Kolom beton, sloof beton, balok beton dan plat lantai, dan akan kami uraikan satu persatu, yang pertama, terangnya.
A. PEKERJAAN PASANGAN PONDASI (foot plat)
1.Lantai kerja Foot plat, Indikasi Dugaan Pelanggaran pada pekerjaan pasangan foot plat, objeknya adalah Tidak Dilakukan Pekerjaan Pasangan PONDASI Dasar terutama pasangan Pasir Dan Lantai Kerja Beton Terlebih Dahulu
2.Tulangan Pembesian, Indikasi Dugaan Pelanggaran pada pekerjaan pasangan tulangan pembesian foot plat, objeknya adalah hasil investigasi pekerjaan pasangan tulangan tersebut menggunakan besi banci 14,87 mm / 14,33 mm / 13,61 mm, seharusnya tulangan pembesian tersebut menggunakan besi D 16 ulir.
B. PEKERJAAN PASANGAN TULANGAN PEMBESIAN KOLOM
1. Indikasi Dugaan Pelanggaran pada pekerjaan Kolom , objeknya adalah:
a.Tulangan kolom bagian utama tidak sesuai spesifikasi, telah menggunakan besi banci 14,56 mm/ 14,01 mm / 14,24 mm/ 13,80 mm / 12,77 mm / 14,78 mm / 13,56 mm / 13,69 mm / 13,62 mm / 14,56 mm, seharusnya menggunakan besi D 16 mm
b. Tulangan kolom bagian tengah tidak sesuai spesifikasi, telah menggunakan besi banci 11,44 mm/ 11,25 mm / 9,37 mm/ 10,94 mm/ 10,35 mm /10,05 mm , seharusnya menggunakan besi D 13 mm
2. Indikasi Dugaan Pelanggaran pada pekerjaan pasangan besi SENGKANG, objeknya Adalah telah menggunakan bei banci 8,07 mm / 7,96 mm / 7,31 mm / 8,85 mm / 8,57 mm, seharusnya menggunakan besi 10 mm polos
3. Indikasi Dugaan Pelanggaran pada pekerjaan pasangan jarak besi SENGKANG objeknya, Adalah jarak tulangan sengkang sekisar 17 cm / 20 cm / 18 cm, seharusnya berjarak 10 cm – 15 cm
4. Indikasi Dugaan Pelanggaran pada pekerjaan pasangan kolom beton, objeknya Adalah terdapat disatu area yang memili dimensi tidak sesuai spesifikasi pada kolom K1
dimensi tersebut 37 cm/ 32 cm , seharusnya kolom beton K 1 dimensinya adalah 40 cm x 40 cm
C. PEKERJAAN PASANGAN SLOOF
1. Indikasi Dugaan Pelanggaran pada pekerjaan SLOOF, objeknya adalah tulangan besi sloof utama tidak sesuai spesifikasi, telah menggunakan besi banci 13,52 mm / 11,52 mm / 13,72 mm/ 13,10 mm / 13,37 mm / 14,04 mm, seharusnya tulangan sloof utama menggunakan besi D 16 ulir
2. Indikasi Dugaan Pelanggaran pada pekerjaan besi sengkang, objeknya adalah pada bagian ujung besi sloof tidak dibengkokan kedalam kemudian telah menggunakan besi banci 8,78 mm / 8,52 mm / 7,26 mm / 7,78 mm, seharusnya
Tulangan sloof pada SENGKANG menggunakan besi 10 mm polos
3. Indikasi Dugaan Pelanggaran pada pekerjaan besi sengkang, objeknya adalah Pekerjaan sloof beton atas tidak sesuai spesifikasi, tebal sloof beton atas 19 cm / 17 cm seharusnya sloof beton bagian atas lebar 20 cm
D. PEKERJAAN PASANGAN PLAT LANTAI DAN BALOK BETON
1. Indikasi Dugaan Pelanggaran pada pekerjaan besi PLAT LANTAI, objeknya adalah Tulangan plat lantai 2 tidak sesuai spesifikasi, telah menggunakan pembesian banci 8,5 mm / 8,75 mm, seharusnya menggunakan tulangan besi 10 mm polos
2. Indikasi Dugaan Pelanggaran pada pekerjaan besi samping BALOK , objeknya adalah tidak sesuai spesikasi, telah menggunakan tulangan besi banci D 14,69 mm/ D 14,28 mm / D 12,95 mm / D 13,79 mm/ 16,40 mm , seharusnya tulangan besi balok beton bagian atas D 16 mm
3. Indikasi Dugaan Pelanggaran pada pekerjaan besi BALOK , objeknya adalah bagian TENGAH/SAMPING tidak sesuai spesikasi, telah menggunakan tulangan besi banci D 11,35 mm/ D 10,65 mm , seharusnya tulangan besi balok beton bagian TENGAH/ SAMPING D 13 mm
4. Indikasi Dugaan Pelanggaran pada pekerjaan besi sengkang , objeknya adalah tidak sesuai spesikasi, telah menggunakan tulangan besi SENGKANG 7,97 mm / 8,06 mm, seharusnya Tulangan SENGKANG pada balok balok lantai 2 .
5. Indikasi Dugaan Pelanggaran pada pekerjaan besi balok lantai 2 , objeknya adalah pasangan Tulangan utama balok lantai 2 tidak sesuai spesifikasi, telah menggunakan tulangan besi banci D 13,69 mm / D 12,24 mm / D 14,37 mm, yang seharusnya menggunakan tulangan besi D 16 mm
Dia tambahkan persoalan pembangunan gedung kantor kelurahan way kandis dapat diprediksi hampir 60 % lebih mengalami Dugaan pelanggaran, dan tentu indikasi kuat pada Dugaan tindak pidana korupsi.
"Kedepan hal ini akan kami sampaikan kepada aparat penegak hukum untuk menindak lanjuti perseoalan tersebut, supaya pihak-pihak yang dinilai untuk ikut bertanggung jawab, baik oknum kepala dinas, PPK, PPTK, kontraktor bahkan konsultan pengawas perlu dilakukan pemerikasaan intensif," imbuhnya. (des)



