Guru Ngaji Protes Proyek MBG Jalan Terus Di Bulan Ramadhan, Ketua BGN Berdalih Begini

SuaraNegeri.com
Selasa, 20 Januari 2026 | 09:42 WIB Last Updated 2026-01-20T02:42:29Z

SUARA NEGERI | JAKARTA — Ketua Guru Ngaji dan Mubaligh Indonesia, Ustadz Ahmad Sodiq meminta Badan Gizi Nasional (BGN) mengkaji ulang terhadap Proyek MBG di bulan Ramadhan. Ia menilai proyek MBG tidak sensitif terhadap makna Ramadhan.

"Keberatan sebagian ulama terhadap pelaksanaan MBG (Makan Bergizi Gratis) di bulan Ramadhan bukan karena Islam melarangnya, melainkan karena pertimbangan etika ibadah, kemaslahatan dan sensitivitas umat yang sedang berpuasa," kata dia di Masjid Istiqlal Jakarta, pada Selasa (19/1).

Ia menyebut Islam tidak melarang program makan gratis atau bantuan pangan di bulan Ramadhan. Justru sebaliknya, memberi makan kepada sesama adalah amalan yang sangat dianjurkan, apalagi kepada orang yang membutuhkan.

"Namun, waktu, cara dan dampaknya perlu diperhatikan agar tidak mengganggu ibadah puasa anak-anak yang berpuasa. MBG berpotensi mengurangi kekhusyukan beribadah jika salah menerapkannya, dan itu menimbulkan mudarat atau pemborosan," tegasnya.

Menurutnya, kekhawatiran mengganggu ibadah puasa jika makanan dibagikan pada jam sekolah pada siang hari. Selain itu, tanpa mekanisme penyimpanan yang layak
maka bisa menggoda anak-anak yang berpuasa.

Anak anak dalam masa pertumbuhan, kata Sodiq, akan menyulitkan mereka menahan lapar, dan akhirnya mengurangi nilai pendidikan spiritual Ramadhan.

Oleh sebab itu, ia khawatir proyek MBG berisiko mubazir (pemborosan).

"Dalam Islam, mubazir itu dilarang. Makanan tidak di makan karena puasa. Tidak semua siswa membawa pulang dan makanan terbuang karena basi. Padahal Allah melarang pemborosan meski niatnya baik," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana kepada wartawan mengatakan siswa akan membawa MBG ke rumah untuk menu buka puasa selama bulan Ramadhan.

"Ketika pulang mereka bawa makanan itu, makanannya yang siap santap tahan 12 jam, sehingga untuk yang puasa dikonsumsi pada saat buka," kata Dadan, berdalih.

Ia menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan saat Ramadhan dengan skema siswa membawa pulang makanan untuk berbuka puasa, dengan menu disiapkan agar tahan lama (sekitar 12 jam). 

Dadan berharap, siswa yang tidak puasa tetap bisa makan di sekolah dengan pengaturan khusus untuk toleransi, dan akan dievaluasi setelah seminggu berjalan untuk melihat apakah ada perlakuan khusus di daerah non-muslim. (R/01)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Guru Ngaji Protes Proyek MBG Jalan Terus Di Bulan Ramadhan, Ketua BGN Berdalih Begini

Trending Now

Iklan