SUARA NEGERI | BIRA — Fluktuasi cuaca ekstrem tahun 2026 disebut PT. ASDP Indonesian Ferry (Persero) Cabang Selayar, megalami peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya.
Cuaca ekstrem gelombang tinggi dan angin kencang mengakibatkan lumpuh totalnya arus penyeberangan di lintasan Pelabuhan Bira-Pamatata.
PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesian Ferry (Persero) Cabang Selayar, terpaksa harus menerapkan sistem buka tutup untuk lintasan penyeberangan Bulukumba-Selayar.
Sistem buka tutup diberlakukan dengan mempelajari dan mengamati perkembangan situasi cuaca di selat Bulukumba-Selayar.
"Kondisi cuaca ekstrem tidak hanya mengakibatkan lumpuh totalnya arus penyeberangan. Akan tetapi, suplay kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) yang akan diseberangkan via kapal ferry melalui pintu Pelabuhan Bira, terancam tersendat dan dikhawatirkan akan berdampak pada terputusnya roda perekonomian warga di Kabupaten Selayar," kata Supervisor PT. ASDP Indonesian Ferry (Persero) Cabang Selayar, Gufran, saat dihubungi wartawan via sambungan telefon selular, pada Rabu, (21/1) siang.
Gufran menandaskan, penyeberangan untuk hari, Kamis, (22/1) esok, sepertinya masih akan ditutup total.
"PT. ASDP Indonesian Ferry (Persero) Cabang Selayar, tak ingin mengambil konsekuensi yang dapat berpotensi mengancam dan membahayakan keselamatan pengguna jasa dan atau penumpang," kata dia.
Oleh karena itu, lanjut Gufran, penentuan keberangkatan kapal akan tetap didasarkan pada update perkembangan cuaca terbaru dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Penerapan sistem buka tutup pelayaran diaminkan Kepala UPT. Pelabuhan Pamatata, Syamsul Qadri.
"Memang benar, kita memberlakukan sistem buka tutup pelayaran. Tapi bila kondisi cuacanya memungkinkan untuk memberangkatkan kapal, kita akan tetap melakukan pemberangkatan," pungkasnya.
"Sebaliknya, jika kondisi cuaca memburuk dan tidak memungkinkan, maka pemberangkatan kapal akan ditunda," imbuhnya, melalui pesan singkat whatsapp, pada Rabu, (21/1) siang. (FS)


