SUARA NEGERI | PEMALANG — Pemalang berduka. Hari ini, lahan pertanian warga raib akibat tersapu banjir deras yang melanda sejumlah sungai di wilayah kecamatan Pulosari, Pemalang Selatan.
Derasnya hujan menyebabkan banjir, terjadi pada kisaran pukul 00 - 02+ WIB, di wilayah kecamatan Pulosari-Pemalang.
Akibat curah hujan dengan intensitas tinggi tersebut, menyebabkan banjir dan menghanyutkan jembatan penghubung Desa Pulosari ke desa Penakir, juga menewaskan seorang warga di desa Sima kecamatan Moga.
Sejumlah warga yang sedang menyaksikan langsung (pasca banjir) menjelaskan, sebagian warga memilih untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
"Sekitar jam kalih welas ndalu kulo kaliyan tiang tiang ngungsi nggen sing aman (sekira jam 12 malam. Saya bersama orang orang menyingkir ke tempat yang lebih aman)," ujar sejumlah warga Pulosari.
Pantauan sementara hari ini, Sabtu (24/1), hektaran kebun nanas di Tanah Bengkok dekat Jembatan penghubung utama Pulosari Karangsari tampak tak tersisa. Hingga saat ini sejumlah pengguna jalan sengaja berhenti untuk menyaksikan momen banjir ini.
Saat dikonfirmasi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, membenarkan adanya korban jiwa akibat banjir bandang ini.
Menurutnya, saat ini, identitas korban masih dalam proses pendataan.
"Korban meninggal dunia berjenis kelamin laki-laki, masih diidentifikasi," kata Agus kepada awak media, pada Sabtu (24/1/2026).
Ia menjelaskan hujan deras yang mengguyur lereng Gunung Slamet sejak Jumat pagi (23/1) menyebabkan Sungai Gintung meluap. Korban diduga tewas akibat terseret arus banjir.
"Korban ditemukan di aliran Sungai Gintung. Saat ini jenazah sudah dievakuasi ke rumah sakit," katanya.
Terpantau di TKP sejumlah petugas dan relawan telah mengevakuasi jenazah korban ke RS Moga untuk proses identifikasi. (Himawan)




