Green Jobs Dapat Mendorong Pemulihan Lingkungan Sekaligus Sediakan Pekerjaan Bagi Masyarakat

SuaraNegeri.com
Sabtu, 06 Desember 2025 | 11:01 WIB Last Updated 2025-12-06T04:01:03Z

SUARA NEGERI | KENDAL — Banjir bandang yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada akhir November hingga awal Desember 2025 kembali menegaskan rapuhnya ekosistem di kawasan tersebut. Ribuan rumah terendam, lahan pertanian rusak dan ratusan warga meninggal akibat peristiwa ini.

Akumulasi kerusakan lingkungan yang telah terjadi selama bertahun-tahun diduga menyebabkan bencana ini, terutama akibat pembukaan lahan secara masif, deforestasi dan lemahnya kontrol terhadap aktivitas industri tambang. Pemerintah daerah dan pemerintah pusat kini sudah menyalurkan bantuan dan mengevakuasi warga yang terdampak dari bencana tersebut.

Pemerhati Ketenagakerjaan Dani Satria menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban banjir bandang di Sumatera yang tengah mengalami masa sulit. 

Dani berharap para penyintas tetap diberi kekuatan, serta harapannya pemerintah dan berbagai pihak dapat segera memberikan penanganan yang cepat dan tepat.

"Bencana ini tidak bisa hanya disalahkan pada cuaca ekstrem. Ada jejak panjang kerusakan lingkungan akibat aktivitas pembalakan hutan, deforestasi, hingga korporasi yang mengabaikan keberlanjutan lingkungan dan inilah yang kemudian memicu bencana alam seperti banjir bandang serta longsor ini," kata dia, kemarin. 

Menurutnya, diperlukan pendekatan baru dalam pembangunan ekonomi agar tidak terus mengulang pola kerusakan alam dan lingkungan yang berdampak pada keselamatan masyarakat. 

"Green jobs diharapkan mampu menjadi salah satu jawaban penting untuk mengatasi akar masalah kerusakan lingkungan. Idealnya, lapangan kerja hijau dapat mendorong pemulihan lingkungan sekaligus menyediakan pekerjaan yang layak bagi masyarakat," imbuhnya.

Dani menambahkan, Green jobs merupakan jenis pekerjaan yang berfokus pada upaya pelestarian lingkungan melalui penggunaan sumber daya alam yang berkelanjutan, efisiensi energi dan pengurangan emisi. 

Profesi ini memberikan manfaat besar bagi kelestarian lingkungan karena mampu mendorong pengelolaan alam yang lebih bertanggung jawab, termasuk menjaga kawasan hutan dan ekosistem agar tetap berfungsi optimal.

"Melihat peristiwa banjir bandang di Sumatera, green jobs menjadi semakin relevan karena kerusakan lingkungan akibat deforestasi dan eksploitasi yang tidak terkendali dapat diminimalkan melalui tenaga kerja yang terlatih untuk menjaga, memulihkan dan mengelola lingkungan secara berkelanjutan," imbuh Dani.

Dani menilai bahwa Indonesia membutuhkan transformasi struktural dalam dunia kerja agar pembangunan tidak lagi bertentangan dengan kelestarian lingkungan. 

Di sisi lain, kata dia, dunia ketenagakerjaan Indonesia saat ini juga tengah menghadapi tantangan serius bagi para pencari kerja muda. 

"Proses rekrutmen semakin kompetitif hingga muncul fenomena bahwa usia 26 tahun dianggap "terlalu tua" untuk sejumlah posisi entry level. Situasi ini diperparah dengan banyaknya lansia yang tetap mengikuti job fair akibat kebutuhan ekonomi sehingga satu lowongan kerja bahkan bisa diperebutkan oleh 16 hingga 20 orang. 

"Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pasar kerja Indonesia masih sangat sempit dan belum cukup adaptif terhadap perubahan zaman," ujarnya.

Dalam konteks ini, secara teoritis green jobs memiliki potensi besar sebagai sektor kerja yang inklusif karena membutuhkan berbagai keterampilan dari lintas generasi.

Indonesia sebagai negara megabiodiversity memiliki peluang besar untuk menciptakan lapangan kerja hijau yang berkelanjutan. Pengelolaan hutan lestari, ekowisata, energi terbarukan, rehabilitasi lahan kritis, hingga pertanian organik merupakan sektor yang bisa menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. (rls/ria)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Green Jobs Dapat Mendorong Pemulihan Lingkungan Sekaligus Sediakan Pekerjaan Bagi Masyarakat

Trending Now

Iklan