Malaysia Butuh Ribuan Pekerja Migran Indonesia untuk Sektor Sawit

SuaraNegeri.com
Senin, 27 Oktober 2025 | 17:43 WIB Last Updated 2025-10-27T10:43:50Z

SUARA NEGERI | TAWAU — Sektor perkebunan kelapa sawit di Sabah, Malaysia membutuhkan ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Permintaan tenaga kerja yang tinggi ini didorong oleh perluasan areal tanam dan peningkatan kebutuhan produksi.

Lebih dari separuh pekerja di sektor kelapa sawit Sabah adalah Warga Negara Indonesia (WNI). Angka ini menunjukkan tingginya ketergantungan industri sawit Malaysia terhadap tenaga kerja dari Indonesia.

Sebab itu, Pemerintah Indonesia dan pelaku usaha di Malaysia berupaya memperkuat kerja sama dengan lembaga penyalur tenaga kerja dari Indonesia untuk memastikan proses perekrutan berjalan resmi dan berkelanjutan.

Disitat dari laman Kementerian Luar Negeri, pada Senin (27/10/2025), upaya ini dibicarakan dalam pertemuan penting, yang dikenal sebagai Business Matching Ketenagakerjaan, yang diadakan di Tawau belum lama ini.

Acara ini dihadiri oleh Timbalan Ketua Jabatan Tenaga Kerja (JTK) Daerah Tawau, Tuan Mazlan bin Tambutu, serta sekitar 50 peserta dari berbagai Syarikat dan Agensi yang beroperasi di wilayah kerja Konsulat RI Tawau.

Forum di Tawau dihadiri oleh perwakilan dari Jabatan Tenaga Kerja Daerah Tawau, pimpinan Perkumpulan Pengusaha Penempatan Migran Indonesia (PERPEMINDO), serta sekitar 50 peserta dari berbagai agensi dan perusahaan yang beroperasi di Sabah.

Konsulat RI Tawau menyatakan dukungan penuh terhadap kolaborasi antara pihak Malaysia dan Indonesia untuk memperkuat tata kelola penyaluran tenaga kerja sawit. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaga perlindungan hukum bagi pekerja migran Indonesia.

Sektor perkebunan sawit di Sabah dikenal sebagai penggerak utama perekonomian wilayah tersebut. Kontribusi tenaga kerja asal Indonesia sangat signifikan dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan industri pengolahan minyak sawit di Malaysia bagian timur.

PERPEMINDO menyampaikan apresiasi atas fasilitasi yang diberikan oleh Konsulat RI Tawau. Pertemuan di Tawau diharapkan dapat memperluas kerja sama antarperusahaan, setelah kegiatan serupa sebelumnya diadakan di Kota Kinabalu.

Selain penandatanganan kerja sama, acara juga diisi dengan sesi business matching antara agensi Malaysia dan perusahaan penyalur tenaga kerja dari Indonesia. Para peserta berkesempatan membahas kebutuhan spesifik tenaga kerja perkebunan sawit di berbagai wilayah Sabah.

Konsulat RI Tawau menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan kedua negara untuk memastikan proses perekrutan berjalan transparan. Pemantauan dan evaluasi terhadap perusahaan yang belum sepenuhnya patuh akan dilakukan secara berkala. (gus)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Malaysia Butuh Ribuan Pekerja Migran Indonesia untuk Sektor Sawit

Trending Now

Iklan