Iklan

Survei Terbaru 9 Calon Presiden 2024, Anies Unggul dan Prabowo Terdepak

SuaraNegeri.com
13 Juni 2022 | 14:42 WIB Last Updated 2022-06-13T07:42:50Z

SUARANEGERI.COM | JAKARTA – Memasuki tahapan Pemilu 2024 yang dimulai pertengahan Juni 2022, lanskap politik bergerak dengan sangat dinamis. Partai politik bergerak. Tokoh-tokoh politik bergerak. Begitu pun para pendukung mereka.

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, mengambil inisiatif lebih awal. Ia menggandeng Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Manoarfa, dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan membangun Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Koalisi ini dibangun untuk menyamakan langkah menuju kontestasi yang diharapkan bebas dari permainan politik identitas yang sangat kental dalam Pemilu 2019 sebelumnya.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengikuti kemudian dengan mengibarkan bendera Koalisi Semut Merah.

PDI Perjuangan juga terus mengalami dinamika yang tak dapat dipandang sebelah mata. Masih terjadi perebutan pengaruh antara kubu Ketua DPR RI Puan Maharani dan kubu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mendapatkan restu partai. Seorang petinggi partai menyebut ini sebagai pertarungan antara banteng dan celeng.

Berbeda dengan apa yang terjadi di PDIP, konstelasi di tubuh Partai Gerindra justru tidak mengalami perubahan sama sekali. Ketua Umum Prabowo Subianto masih menjadi sosok yang paling diunggulkan. Sejauh ini tanpa pesaing. Membuat nama-nama lain yang berharap dukungan dari partai ini untuk sementara harus gigit jari.

Dinamika menuju Pemilu 2024 juga menempatkan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh sebagai epicentrum. Satu per satu elit politik lainnya mendatangi Surya Paloh di kantornya yang megah di Gondangdia. Ada yang datang secara terbuka. Ada yang datang diam-diam. Pendiri Partai Demokrat dan mantan Presiden SBY juga termasuk yang menemui Surya Paloh di Gondangdia. SBY datang bersama putranya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

Di jurusan lain, Menteri BUMN Erick Thohir semakin ramai menghiasi ruang publik. Wajahnya diikutsertakan dalam berbagai reklame BUMN, baik luar ruang maupun digital, baik di bandara maupun di mesin anjungan tarik tunai (ATM).

Nama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Firli Bahuri juga mulai diperbincangkan. Dia dipandang sebagai tokoh yang potensial meramaikan calon  presiden dan wakil presiden. Dukungan untuknya mengalir dari berbagai titik. Tanpa henti, meski berkali-kali Firli menegaskan, "Jangan ganggu saya dengan isu capres-capresan."

Dari kalangan oposisi, ekonom senior DR Rizal Ramli tampaknya masih dijagokan. Pokok-pokok pikiran yang disampaikannya substansial, dan dipertimbangkan banyak kalangan.

Mencermati dinamika yang sangat dinamis ini, dari berbagai diskusi intens baik secara internal maupun dengan melibatkan politisi, peneliti, dan pengamat, Redaksi memilihkan 9 (sembilan) tokoh untuk diperbincangkan sebagai calon pemimpin nasional.

Kesembilan tokoh tersebut, secara alfabetikal, adalah Agus H. Yudhoyono, Airlangga Hartarto, Anis Baswedan, Erick Thohir, Firli Bahuri, Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Puan Maharani, dan Rizal Ramli.

Redaksi mengundang partisipasi masyarakat luas dan pembaca untuk memberikan pilihan pada salah seorang dari sembilan tokoh di dalam poling yang akan berlangsung selama dua pekan ini.

Redaksi perlu mengingatkan bahwa poling ini hanya bertujuan untuk menyaring pendapat kalangan pembaca dan masyarakat luas yang ingin berpartisipasi.

Ingin gabung berpartisipasi, silahkan KLIK DISINI


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Survei Terbaru 9 Calon Presiden 2024, Anies Unggul dan Prabowo Terdepak

Trending Now

Iklan