-->
  • Jelajahi

    Copyright © SUARANEGERI.COM | BERITA SUARA NEGERI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Di Tahun 2021 Ini, Pemkot Prabumulih Mengalami Pemangkasan Anggaran

    SuaraNegeri.com
    22 Juni 2021, 22:31 WIB Last Updated 2021-06-22T15:31:39Z

    SUARA NEGERI ■ Kota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali mengalami pemangkasan anggaran pada 2021 ini.

    Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kota Prabumulih sebelumnya Rp.1,2 Triliun, setelah mengalami pemangkasan menjadi Rp 800 miliar.

    Akibat dampak dari pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, sehingga pada 2021 ini anggaran kembali berkurang menjadi sekitar Rp 600 miliar.

    "Bayangkan kita awalnya APBD Rp 1,2 triliun turun menjadi Rp 800 miliar dan informasinya turun lagi sekitar Rp 600 miliar," Kata Ridho Yahya, Walikota Prabumulih, pada Selasa (22/6/2021).

    Disatu sisi lanjut Ridho Yahya, kita situntur berinovasi membangun namun disisi lain anggaran kita minim, kondisi tersebut membuat kita kesulitan.

    Namum meski demikian, jelas Ridho, pihaknya tidak mau melakukan pinjaman bank alias hutang karena akan membuat susah kedepannya. 

    "Meskipun sulit kami tidak mau berhutang karena ini akan menjadi beban kedepannya, saya tidak mau saat masa jabatan saya selesai malah meninggalkan utang," ungkapnya.

    Untuk mengatasi minimnya anggaran tersebut Ridho meminta seluruh OPD terus menggali potensi-potensi yang ada supaya bisa membangun kota Prabumulih meskipun dalam pandemi.

    "Makanya kita sering perintahkan kepala OPD kemana-mana meloby mencari dana bantuan, artinya dengan membuang uang sedikit bisa mendapat dana besar," ujar Ridho menambahkan.

    Dia mencontohkan pembangunan fly over pembelian tanah hanya Rp 8 miliar namun Prabumulih mendapat pembangunan Rp.108 miliar, begitu juga yang lain.

    Ridho mengaku saat ini tidak hanya kota Prabumulih namun seluruh daerah kesulitan anggaran, hanya saja pemkot Prabumulih tidak mau melakukan pinjaman seperti daerah lain. 

    "Karena kalau kita lakukan pinjaman maka kena potong juga APBD kita, nah yang jadi masalah ada atau tidak dana APBD kita, dan pinjaman itu mau dibayar kalau tidak ada dana untuk apa, meninggalkan beban untuk walikota yang baru," pungkasnya.

    ■ Suherman
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru