-->
  • Jelajahi

    Copyright © SUARANEGERI.COM | BERITA SUARA NEGERI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Jokowi Kunjungi Desa Amakaka Pasca Banjir Bandang NTT

    SuaraNegeri.com
    09 April 2021, 18:50 WIB Last Updated 2021-04-09T11:50:32Z
    Jokowi Kunjungi Desa Amakaka Pasca Banjir Bandang NTT

    SUARA NEGERI ■ Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo mengunjungi Desa Amakaka kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata, salah satu wilayah yang terkena musibah banjir di NTT beberapa waktu lalu.

    Dalam kunjungan kerja kali ini, Kepala Negara bersama jajaran meninjau dampak kerusakan akibat banjir bandang yang memporak-porandakan beberapa desa dalam kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

    Salah satunya kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata yang diketahui sebagai wilayah terdampak paling parah akibat banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu.

    "Siang hari ini saya berada di Desa Amakaka di mana bencana banjir bandang yang ada di Kabupaten Lembata ini korbannya paling banyak," ujar Presiden pada Jumat (9/4/2021).

    Atas nama pribadi dan mewakili pemerintah, Kepala Negara Jokowi Dodo menyampaikan belasungkawa kepada para korban bencana, Selain itu Presiden mendoakan agar arwah para korban diterima di sisi Tuhan dan diberikan tempat terbaik.

    "Saya, secara pribadi dan mewakili pemerintah, mengucapkan duka yang mendalam atas korban yang ada. Semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan, diberikan tempat yang terbaik, dan yang ditinggalkan diberikan keikhlasan dan kesabaran," ucapnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengunjungi warga setempat yang kini tengah berada di lokasi pengungsian di Kantor Kecamatan Ile Ape. Di sana Kepala Negara menemui para pengungsi dan ingin memastikan bahwa segala kebutuhan warga telah tercukupi.

    Dikesempatan itu pula, Presiden juga mendengarkan sejumlah keluhan masyarakat setempat atas pasca musibah terjadi beberapa waktu lalu yang nantinya akan ditindaklanjuti selama proses penanganan.

    "Untuk pengungsian juga sudah dipastikan untuk logistiknya cukup. Hanya tadi ada dari masyarakat menyampaikan bahwa BBM-nya mahal. Saya terima (masukannya)," tuturnya.

    Melalui kunjungan dan peninjauan ini, Presiden Joko Widodo telah berbicara dengan Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur mengenai penanganan dan pemulihan pascabencana di wilayah setempat.

    Atas persetujuan masyarakat, warga di lokasi terdampak bencana ini nantinya akan direlokasi di mana proses pembangunannya akan segera dilakukan secepat-cepatnya.

    Selain itu, Presiden juga telah memerintahkan agar proses pencarian di tengah medan berbatuan yang menyulitkan pengoperasian alat berat untuk tetap dilakukan. 

    "Sampai siang hari ini, total korban di Nusa Tenggara Timur ada 163 yang meninggal dan masih dalam pencarian 45 orang. Ini yang akan terus kita usahakan agar yang dalam pencarian tadi bisa segera ditemukan," Ungkapnya.

    Lanjut Presiden, Kalau kita lihat di lapangan memang keadaannya berbatuan, batu yang besar-besar, yang itu sangat menyulitkan alat-alat berat kita. Tetapi tadi sudah saya perintahkan untuk terus dicari dan ditemukan yang masih hilang," ujarnya.

    Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, sebelumnya juga telah menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana banjir bandang, longsor, dan gelombang pasang yang terjadi di wilayahnya. Status tersebut ditetapkan terhitung mulai tanggal 4 hingga 17 April 2021 mendatang untuk mempercepat proses pemulihan wilayah setempat selepas bencana.

    Untuk diketahui, Kepala Negara beserta rombongan terbatas tiba di Kabupaten Sikka sekira pukul 09.38 WITA. Setelahnya, Presiden langsung bergerak mengunjungi wilayah di Kecamatan Ile Ape dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI AU menuju Bandar Udara Wonopito, Kabupaten Lembata, untuk kemudian menempuh perjalanan melalui jalur darat sampai di lokasi.

    Mendampingi Presiden dalam peninjauan di antaranya ialah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BNPB Doni Monardo, Kepala Basarnas Henri Alfiandi, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur.

    ■ Suherman/Hms
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru