Megawati Nyekar ke Makam Bung Karno, Tradisi Ziarah yang Terus Dijaga

SuaraNegeri.com
Minggu, 29 Maret 2026 | 17:44 WIB Last Updated 2026-03-29T10:44:39Z

BLITAR — Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, melaksanakan tradisi nyekar ke makam ayahandanya, Soekarno, di Makam Bung Karno, Minggu Kliwon (29/3/2026) pukul 13.30 WIB.

Ziarah ini menegaskan kuatnya tradisi spiritual dalam budaya Jawa. Nyekar bukan sekadar ritual, melainkan laku batin, mengirim doa, mengenang leluhur, sekaligus merawat nilai-nilai kehidupan yang diwariskan lintas generasi.

Pemilihan waktu Minggu Kliwon juga sarat makna. Dalam penanggalan Jawa, hari tersebut diyakini memiliki nuansa spiritual yang kuat, sehingga kerap dijadikan momentum untuk berziarah dan melakukan perenungan diri.

Dalam prosesi yang berlangsung khidmat, Megawati berdoa secara pribadi di pusara Bung Karno, kemudian menaburkan bunga sebagai simbol penghormatan dan ketulusan. Laku hening ini menjadi inti dari tradisi nyekar, sederhana, namun penuh makna.

Turut mendampingi dalam ziarah tersebut, Sukmawati Soekarnoputri dan Guruh Soekarnoputra, serta Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Hadir pula Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama jajaran pengurus DPP dan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI.

Kehadiran para tokoh ini menunjukkan bahwa tradisi ziarah tidak hanya bersifat personal, tetapi juga menjadi bagian dari identitas kultural yang terus dijaga. Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, nyekar menjadi ruang kontemplasi, menghubungkan manusia dengan akar sejarah, nilai spiritual, dan jati diri bangsa.

Tradisi ini menegaskan bahwa warisan leluhur tidak hanya dikenang, tetapi juga dihidupi, melalui doa, keheningan, dan kesadaran akan asal-usul serta arah perjalanan ke depan.(sang)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Megawati Nyekar ke Makam Bung Karno, Tradisi Ziarah yang Terus Dijaga

Trending Now

Iklan