Takilele Gema Penu Setara: Wujud Kepedulian Mahasiswa bagi Pendidikan Pegunungan Seram Utara
Takilele Gema Penu Setara: Wujud Kepedulian Mahasiswa bagi Pendidikan Pegunungan Seram Utara
Maluku tengah – Gerakan Mahasiswa Pemuda Pegunungan Seram Utara (Gema Penu Setara) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan pendidikan di wilayah Pegunungan Seram Utara. Melalui agenda bertajuk Takilele (berjalan keliling), organisasi tersebut mengunjungi Negeri Kaloa, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, sekaligus menyalurkan bantuan kepada siswa-siswi SD Negeri 344 Maluku Tengah.
Kehadiran rombongan Gema Penu Setara disambut hangat oleh kepala sekolah dan para tenaga pendidik SD Negeri 344. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas kepedulian organisasi mahasiswa tersebut yang telah meluangkan waktu untuk bertemu langsung dengan para guru dan peserta didik serta memberikan bantuan guna mendukung kebutuhan sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, Mantan Ketua Umum Gema Penu Setara, Simon Maloy, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda organisasi yang telah dirancang sejak periode 2019–2020. Agenda tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung berbagai tantangan yang dihadapi sekolah-sekolah di Pegunungan Seram Utara, khususnya SD Negeri 344.
"Perjumpaan ini merupakan bagian dari agenda organisasi yang telah kami canangkan sejak tahun 2019–2020. Kami ingin melihat secara langsung kekurangan yang dihadapi para guru dan anak-anak sekolah di Pegunungan Seram Utara. Bantuan yang kami berikan merupakan bentuk kepedulian kami terhadap generasi muda di wilayah ini agar kualitas sumber daya manusia di Pegunungan Seram Utara dapat terus meningkat," ujar Simon Maloy kepada media ini, Sabtu (25/7/2026).
Sementara itu, salah satu guru PPPK SD Negeri 344 Maluku tengah, Mona Notanubun, mengucapkan terima kasih kepada Gema Penu Setara atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada sekolah.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti dalam menunjang kebutuhan para siswa. Ia juga berharap Gema Penu Setara terus hadir dan memperhatikan berbagai persoalan pendidikan yang masih dihadapi masyarakat Pegunungan Seram Utara.
Mona mengungkapkan bahwa hingga saat ini sekolah masih menghadapi sejumlah keterbatasan fasilitas, di antaranya perlengkapan seragam sekolah, kostum kegiatan, seragam Pramuka, serta batik sekolah yang belum terpenuhi. Selain itu, kesejahteraan guru honorer juga menjadi persoalan yang memerlukan perhatian serius.
"Guru honorer di sekolah kami hanya menerima honor sekitar Rp200 ribu per bulan. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, mengingat kebutuhan hidup yang terus meningkat. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah agar kesejahteraan tenaga pendidik dapat ditingkatkan," ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, Gema Penu Setara berharap kepedulian terhadap dunia pendidikan di Pegunungan Seram Utara semakin meningkat. Organisasi ini juga mengajak seluruh pihak, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tengah, untuk memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan fasilitas pendidikan di SD Negeri 344 Negeri Kaloa maupun sekolah-sekolah lainnya di wilayah Pegunungan Seram Utara.
Bagi masyarakat Pegunungan Seram Utara, pendidikan merupakan jendela masa depan yang harus didukung bersama agar setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang layak dan mampu menjadi generasi penerus yang berkualitas. (red)
Baca Juga:
