SUARA NEGERI | WONOSOBO — Hampir semua masyarakat yang ada di masing-masing desa di seluruh Indonesia, dari sabang sampai merauke sudah pasti mendambakan dan mengharapkan pemimpin desa yang amanah dan cinta terhadap masyarakat yang mereka pimpin.
Namun justru masyarakat sendiri yang merusak keinginan dan harapannya, bagaimana tidak! Mari kita buka mata dan telinga kita!
Disetiap moment pemilihan kepala desa banyak dijumpai para calon kepala desa memberikan uang untuk masyarakat pemilih dengan tujuan agar mereka yang sudah diberi uang tersebut memilih dia, namun kadang para calon tertipu oleh mereka, masyarakat yang justru menggunakan kesempatan ini sebagai kesempatan untuk mendapatkan uang dengan aji mumpung, mumpung ada moment seperti itu ada saja masyarakat yang menerima uang dari semua calon padahal sebenarnya dia tidak mungkin bisa memilih/mencoblos semuanya.
Ironis memang! Bahkan memprihatinkan dengan hal-hal yang sudah berjalan seperti ini selama bertahun-tahun bertahun-tahun, karena baik yang akhirnya bisa duduk di jabatan kepala desa atau yang tidak bisa, maka sebenarnya sama-sama rugi dan harus mengembalikan uang yang sudah mereka gunakan dalam moment tersebut.
Pertanyaannya, apakah hal seperti ini tidak bisa distop atau harus terus terjadi terus menerus? Dan akan membawa dampak yang semakin rusak dan jelek yang dilakukan oleh para kepala desa setelah menjabatnya.
Mereka para kepala desa ketika melakukan kesalahan dan diingatkan oleh masyarakat akan berdalih bahwa dia sudah mengeluarkan modal yang cukup besar, maka dia akan mencari cara bagaimana modal yang sudah dikeluarkan itu bisa kembali.
Harapan masyarakat yang masih memiliki hati nurani dan menginginkan memiliki pemimpin yang baik dan amanah adalah mari kita sama-sama melakukan tindakan yang tegas dan terukur dengan saling mendukung dari mulai masyarakat bawah hingga pemerintah pusat, untuk mengambil sikap yang tegas dan terukur agar hal seperti ini bisa dihilangkan atau paling tidak dikurangi. Jika Republik ini tidak mau semakin rusak namun republik ini semakin memiliki harkat dan martabak yang lebih baik.(NoerSobo)


