Syahrul Yasin Limpo Mundur Dari Kabinet Jokowi, Kasus Dugaan Pemerasan Pimpinan KPK Bergulir

SuaraNegeri.com
05 Oktober 2023 | 21:50 WIB Last Updated 2023-10-05T14:50:20Z

SUARA NEGERI | JAKARTA — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) resmi mundur dari jabatannya di kabinet Jokowi. Surat pengajuan pengunduran diri itu sudah disampaikan SYL ke Istana.

Syahrul merasa terhormat mengajukan pengunduran diri di tengah polemik hukum ketika ia dikabarkan sebagai tersangka KPK. Dia merasa harga dirinya jauh lebih berharga.

"Oleh karena itu, saya hari ini bertemu Pak Pratik dengan sangat baik pada saya, meminta apa, saya orang Bugis Makassar, dan rasanya harga diri jauh lebih tinggi dari pada pangkat maupun jabatan, biarkan saya hadapi ini, dan beri saya kesempatan membuktikan bahwa saya terbiasa ngurus rakyat," kata Syahrul Yasin Limpo di gedung Kementerian Setneg, Jakarta, Kamis (5/10).

Ditempat terpisah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh buka suara terkait laporan kasus pemerasan yang diduga dialami kadernya sekaligus Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Polda Metro Jaya.

Paloh mengatakan, upaya Syahrul ke Polda Metro Jaya merupakan haknya dalam mencari keadilan. NasDem, kata dia, memberikan kesempatan kepada Syahrul untuk memperoleh keadilan tersebut.

"Kedatangan Bung Syahrul tadi di kepolisian. Itu hak beliau untuk mencari keadilan. Memang kita tetap memberikan kesempatan dan penghargaan terhadap seluruh inisiatif yang dilakukan untuk mencari keadilan itu," kata Paloh di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Kamis (5/10).

Kendati demikian, Paloh mengaku belum mengetahui terkait perkembangan laporan kasus pemerasan yang menyeret nama Syahrul.

"Kita belum tahu perkembangannya (perkara pemerasan)," ujarnya.

Syahrul sebelumnya mengatakan, mendatangi Polda Metro Jaya untuk menyampaikan keterangan terkait dengan laporan dugaan pemerasan yang dibuat masyarakat pada 12 Agustus 2023. Dia mengaku telah menyampaikan apa yang diketahui kepada pihak kepolisian.

"Jadi dumas 12 Agustus 2023 yang terkait dengan hal-hal yang dilaporkan oleh masyarakat berkaitan dengan adanya hal-hal yang seperti apa ya, laporan itu berkait dengan terjadi pemerasan dan lain sebagainya," ujarnya di di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Kamis (5/10).

Sebelumnya beredar surat panggilan dari penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terhadap Heri selaku sopir Syahrul. Surat yang beredar di kalangan wartawan itu bernomor B/10339/VIII/RES.3.3./2023/Ditreskrimsus.

Surat itu tertanggal 25 Agustus dan ditandatangani oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Ade Safri Simanjuntak.

Dalam surat tersebut, pemanggilan terhadap sopir Syahrul merujuk pada laporan informasi nomor LI-235/VII/RES.3.3./2023/Ditreskrimsus tertanggal 21 Agustus 2023.

Selain itu, tertulis bahwa Subdit V Tipidkor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sedang melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan yang dilakukan oleh pimpinan KPK dalam penanganan perkara di Kementerian Pertanian tahun 2021. (rl/tan)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Syahrul Yasin Limpo Mundur Dari Kabinet Jokowi, Kasus Dugaan Pemerasan Pimpinan KPK Bergulir

Trending Now

Iklan