Iklan

Tenaga Ahli Gubernur Sulteng Minta Presiden Jokowi Batasi Impor Batu Gamping

SuaraNegeri.com
22 Agustus 2022 | 20:32 WIB Last Updated 2022-08-22T13:32:22Z
 

SUARA NEGERI | PALU — Tenaga Ahli (TA) Gubernur Sulteng  Bidang Investasi, Fiskal dan Stabilitas Ekonomi Daerah,  Andika meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau kembali kuota impor batu gamping karena membuat batu gamping lokal tidak mampu bersaing. 

“Impor batu gamping ini merugikan kita secara ekonomi. Perdagangan regional batu gamping tidak bisa tumbuh akibat impor batu gamping kebutuhan Smelter yang terlalu besar. Hal itu yang membuat produksi batu gamping lokal tidak bisa tumbuh,” kata Andika dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Senin (22/8).

Menurut Andika, Pemerintah perlu mengatur kembali kuota impor pasokan batu gamping. Untuk meningkatkan nilai tambah dan menumbuhkan perdagangan regional di sektor limestone itu. 

“Minimal diatur secara bertahap. Paling tidak, kuota impor diatur persentase dari pasokan lokal. Tidak juga 100 persen. Tapi paling tidak, 50 persen kebutuhan smelter nikel, dipasok dari batu gamping lokal,” ujar Andika. 

Andika mengatakan, Sulawesi Tengah yang menjadi episentrum penambangan hilirisasi   Nikel tidak mampu menumbuhkan sektor batu gampingnya. 

“Padahal cadangan batu gamping kita cukup besar. Bisa memenuhi 50 persen kebutuhan smelter andai, kuota impor diatur. Prospek batu gamping ini bisa menjadi komoditas unggulan kedua di rantai pasokan hilirisasi metal berbasis nikel,” kata Andika. (Syahril Hantono)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tenaga Ahli Gubernur Sulteng Minta Presiden Jokowi Batasi Impor Batu Gamping

Trending Now

Iklan