-->
  • Jelajahi

    Copyright © SUARANEGERI.COM | Aktual - Objektif - Berimbang
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Halaman Depan

    Presma UMT Gelar Diskusi Publik, Rajut Kesatuan dan Rangkul Persatuan

    SuaraNegeri.com
    02 Maret 2021, 02:46 WIB Last Updated 2021-03-01T19:46:45Z
    Presma UMT Gelar Diskusi Publik, Rajut Kesatuan dan Rangkul Persatuan

    SUARA NEGERI ■ Perguruan tinggi yang berkualitas memiliki visi besar dalam melahirkan generasi cerdas intelektual baik umum maupun agama. Kampus menjadi tempat sumber keilmuan dan  menjadi pusat studi pengembangan, baik riset, ekonomi, sosial, dan politik. 

    Indonesia dengan beragam civitas pendidikan dengan bermacam disiplin keilmuan, diharapkan Indonesia memiliki generasi cerdas-intelektual dalam menjaga kebhinekaan dan kebangsaan.

    Demikian disampaikan Presiden Mahasiswa (Presma) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Mahes Jihan Fahlevi. 

    Mahes menilai radikalisme telah meracuni berbagai aspek kehidupan, khususnya di dunia pendidikan, dengan bermacam cara mulai dari sosial media, buku bacaan, maupun aktifitas kemahasiswaan.

    Kampus menjadi sasaran ideologi kelompok radikal, basis gerakanya ingin melahirkan kelompok intelektual yang bicara soal radikalisme melalui argumentasi kaum cerdas-intelektual. Hal ini terbukti nyata, beberapa kampus di Indonesia telah terbayang-bayang gerakan ini, bahayanya radikalisme di kampus bisa mengancam keberagaman civitas akademika, bahkan basis pengembangan keilmuan yang paling mendasar.

    Dalam tajuk “Rajut Kesatuan, Rangkul Persatuan Sebagai Bentuk Deradikalisasi Lintas Generasi Muda” BEM UMT menggelar Seminar Kebangsaan di Ruang Auditorium Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), pada Senin (01/03/2021).

    Hal ini sebagai tindakan nyata UMT dalam penangkalan konflik serta isu-isu radikalisme yang menjamur. Seminar yang diisi oleh Mahes ini memberikan motivasi serta semangat untuk melawan radikalisme dalam bentuk apapun secara tegas.

    “Kampus sebagai wilayah akademis keilmuan yang harus bersih merupakan inisiatif pada umumnya, dan kita khususnya memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang bahaya radikalisme dan terorisme, sehingga kita bisa bersama menangkal bahaya paham radikalisme dan terorisme, karena saat ini paham tersebut dapat masuk secara halus ke semua kalangan masyarakat,” katanya.

    Dengan dilaksanakannya seminar ini diharapkan Pemuda dan Mahasiswa mampu menjadikan para generasi bangsa bersih akan paham radikalisme dan terus membina anak bangsa untuk tetap berkontribusi dan berinovasi dengan intelektual yang cerdas.

    ■ Irwan
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru