PSEL Bantargebang Mulai Dibangun, 500.000 Ton Sampah per Tahun Ditargetkan Diolah

PSEL Bantargebang Mulai Dibangun, 500.000 Ton Sampah per Tahun Ditargetkan Diolah

BEKASI, SUARA NEGERI – Pemerintah mulai mengembangkan pengolahan sampah menjadi energi listrik di Bantargebang, Kota Bekasi, dengan kapasitas pengolahan sekitar 500.000 ton sampah per tahun. Fasilitas tersebut diproyeksikan menghasilkan listrik untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 55.000 rumah tangga.

Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) itu mulai dibangun pada 26 Agustus 2026 dan menjadi bagian dari strategi pemerintah memperluas sumber energi domestik sekaligus mengurangi persoalan sampah perkotaan.

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia mengatakan, pemanfaatan sampah sebagai sumber energi menunjukkan bahwa ketahanan energi nasional dapat dibangun dari berbagai potensi lokal.

Menurut dia, upaya memperkuat kemandirian energi tidak hanya bertumpu pada hasil perkebunan dan bahan bakar nabati, tetapi juga melalui pengolahan limbah menjadi energi produktif.

"Namun, kemandirian energi tidak hanya dibangun dari apa yang ada di kebun. Kita juga bisa menghasilkan energi dari sesuatu yang selama ini kita anggap sebagai masalah, yaitu sampah," kata Dwi dalam keterangannya, disitat pada Sabtu (31/10).

Fasilitas Bantargebang diproyeksikan mengolah sekitar 70 persen dari total timbunan sampah yang menjadi sasaran program di wilayah Kota Bekasi. Selain menghasilkan listrik, proyek ini ditargetkan mengurangi kebutuhan lahan tempat pemrosesan akhir hingga 90 persen.

Pemerintah juga memperkirakan fasilitas tersebut dapat menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja hijau bagi masyarakat setempat.

Dari sisi pembiayaan, pembangunan PSEL menggunakan skema investasi non-APBN. Sementara itu, PT PLN (Persero) akan menyerap seluruh listrik yang dihasilkan melalui Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL).

Dwi mengatakan, pengembangan PSEL diharapkan memberikan manfaat ganda, yakni mengurangi beban lingkungan akibat penumpukan sampah sekaligus menambah pasokan energi nasional.

"Jadi, kita sedang membangun kemandirian energi dari berbagai sumber. Dari kebun petani kita hasilkan bahan bakar, dari sampah kita hasilkan listrik," ujarnya.

Pemerintah menilai pemanfaatan sumber daya lokal seperti sampah dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung ketahanan energi dan pembangunan ekonomi yang lebih berkelanjutan. 

Sebagai informasi tambahan, bahwa Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST Bantargebang), yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Bekasi, saat ini menjadi sorotan karena pembaruan kebijakan dan kondisi lingkungan terbaru.

Area TPST Seluas 110,3 hektar berada di wilayah Kecamatan Bantargebang (Kelurahan Ciketing Udik, Cikiwul, Sumur Batu), Kota Bekasi.

Lokasi ini mampu menampung sekitar 4.000 hingga 7.000 ton sampah per hari dari DKI Jakarta, dengan total tumpukan mencapai puluhan juta ton. (gus)

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  •  PSEL Bantargebang Mulai Dibangun, 500.000 Ton Sampah per Tahun Ditargetkan Diolah
  •  PSEL Bantargebang Mulai Dibangun, 500.000 Ton Sampah per Tahun Ditargetkan Diolah
  •  PSEL Bantargebang Mulai Dibangun, 500.000 Ton Sampah per Tahun Ditargetkan Diolah
  •  PSEL Bantargebang Mulai Dibangun, 500.000 Ton Sampah per Tahun Ditargetkan Diolah
  •  PSEL Bantargebang Mulai Dibangun, 500.000 Ton Sampah per Tahun Ditargetkan Diolah
  •  PSEL Bantargebang Mulai Dibangun, 500.000 Ton Sampah per Tahun Ditargetkan Diolah