Ambon — Memasuki hari keempat operasi pencarian dan pertolongan (SAR), tim SAR gabungan masih terus berupaya menemukan nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah.
Sejak Minggu pagi (12/4) pukul 07.00 WIT, tim kembali dikerahkan untuk menyisir sejumlah titik koordinat berdasarkan peta pencarian (SAR Maps). Area pencarian diperluas hingga radius sekitar 27 mil laut dari Pulau Saparua hingga perairan Pulau Haruku.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon menyatakan, upaya pencarian terhadap korban, Roy Souhoka, masih dilakukan secara maksimal oleh seluruh unsur yang terlibat. “Pencarian korban atas nama Roy Souhoka terus dilakukan. Namun hingga menjelang sore, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban di area pencarian,” ujarnya.
Operasi SAR direncanakan dilanjutkan pada hari kelima, Senin (13/4), dengan melibatkan seluruh potensi SAR yang tersedia.
Sebelumnya, Roy Souhoka (41), seorang nelayan, dilaporkan terjatuh dari longboat di sekitar perairan Desa Haria, Kecamatan Saparua. Peristiwa tersebut sempat disaksikan oleh nelayan setempat yang langsung melakukan pencarian awal, namun tidak membuahkan hasil.
Informasi kejadian kemudian diteruskan oleh Camat Saparua kepada Comm Centre Basarnas Ambon pada Kamis (9/4) untuk mendapatkan bantuan operasi SAR.
Dalam operasi ini, sejumlah unsur terlibat, di antaranya Basarnas Ambon, pihak Kecamatan Saparua, Polsek Saparua, serta masyarakat setempat. Alat utama yang digunakan meliputi Rigid Buoyancy Boat (RBB) milik Kantor SAR Ambon dan longboat milik warga.
Sementara itu, kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan hujan ringan, dengan angin bertiup dari barat daya hingga barat berkecepatan sekitar 20 knot dan tinggi gelombang relatif rendah, berkisar 0,5 meter.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam pencarian.(eston)


