Fredi Moses Ulemlem: Pernyataan Jusuf Kalla Tak Perlu Dibesar-besarkan, Cukup Diingatkan dalam Iman Dewasa

Fredi Moses Ulemlem: Pernyataan Jusuf Kalla Tak Perlu Dibesar-besarkan, Cukup Diingatkan dalam Iman Dewasa

Jakarta — Pernyataan mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, yang belakangan ramai diperbincangkan publik, menuai beragam respons dari sejumlah kalangan. Salah satunya datang dari tokoh masyarakat, Fredi Moses Ulemlem pada 13/4/2026, yang mengajak masyarakat menyikapinya secara bijak dan proporsional.

Fredi menilai, polemik yang muncul tidak perlu dibesar-besarkan. Menurutnya, sikap yang tepat adalah mengingatkan dengan cara yang baik, sesuai dengan nilai-nilai iman yang dewasa.

“Tidak harus dibesar-besarkan, cukup diingatkan saja. Karena itulah pengakuan iman kita yang kuat dan dewasa,” ujar Fredi dalam keterangannya.

Ia menegaskan bahwa dalam ajaran Kristiani, respons terhadap perbedaan maupun pernyataan yang dianggap tidak tepat seharusnya dilandasi kasih, bukan reaksi berlebihan. 
Fredi merujuk pada ajaran Alkitab, antara lain dalam Matius 5:44 dan Lukas 6:27-28, yang menekankan pentingnya mengasihi musuh dan mendoakan mereka yang berbuat tidak baik.

Menurutnya, situasi yang terjadi saat ini justru menjadi bagian dari ujian iman bagi umat percaya. Ia mengutip sejumlah ayat, seperti 1 Petrus 1:6-7 dan Yakobus 1:2-3, yang menegaskan bahwa pencobaan merupakan sarana untuk menguji kemurnian iman dan menghasilkan ketekunan.

“Iman yang sejati bukan hanya di mulut, tetapi teruji dalam situasi yang tidak ideal,” katanya.

Lebih lanjut, Fredi juga mengingatkan bahwa setiap peristiwa, termasuk yang menimbulkan kegaduhan, dapat membawa kebaikan bagi mereka yang tetap berpegang pada iman, sebagaimana tertulis dalam Roma 8:28.

Ia pun mengajak umat untuk tidak bersikap ekstrem dalam merespons persoalan. Menurutnya, ada tiga sikap utama yang perlu dijaga: tidak panik, tidak apatis, dan tidak menghakimi.

“Jangan reaktif atau berlebihan, tetapi juga jangan pura-pura tidak ada masalah. Iman diuji justru untuk direspons dengan ketekunan, doa, kerja, dan suara kenabian,” ujarnya.

Fredi menambahkan, dalam menghadapi situasi seperti ini, tujuan utama harus tetap pada pemulihan, bukan memperkeruh keadaan dengan kebencian. Ia menekankan pentingnya membedakan antara menegur kesalahan dan tetap mengasihi sesama.

Menutup pernyataannya, Fredi mencontohkan sikap Yesus dalam menghadapi penderitaan di Getsemani sebagai teladan ketenangan dan ketaatan.

“Tenang, tetapi taat. Tidak drama, namun tetap setia pada kehendak Tuhan,” tutupnya. (*)
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  •  Fredi Moses Ulemlem: Pernyataan Jusuf Kalla Tak Perlu Dibesar-besarkan, Cukup Diingatkan dalam Iman Dewasa
  •  Fredi Moses Ulemlem: Pernyataan Jusuf Kalla Tak Perlu Dibesar-besarkan, Cukup Diingatkan dalam Iman Dewasa
  •  Fredi Moses Ulemlem: Pernyataan Jusuf Kalla Tak Perlu Dibesar-besarkan, Cukup Diingatkan dalam Iman Dewasa
  •  Fredi Moses Ulemlem: Pernyataan Jusuf Kalla Tak Perlu Dibesar-besarkan, Cukup Diingatkan dalam Iman Dewasa
  •  Fredi Moses Ulemlem: Pernyataan Jusuf Kalla Tak Perlu Dibesar-besarkan, Cukup Diingatkan dalam Iman Dewasa
  •  Fredi Moses Ulemlem: Pernyataan Jusuf Kalla Tak Perlu Dibesar-besarkan, Cukup Diingatkan dalam Iman Dewasa