Persahabatan di Atas Politik: Megawati Tak Ingin Hubungan dengan Prabowo Retak

SuaraNegeri.com
Selasa, 17 Februari 2026 | 13:14 WIB Last Updated 2026-02-17T06:14:31Z

SUARA NEGERI | JAKARTA — Politik boleh berbeda haluan, tetapi persahabatan tak serta-merta ikut tercerai. Itulah pesan yang kembali ditegaskan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, terkait hubungannya dengan Presiden Prabowo Subianto.

Di tengah konstelasi politik nasional yang terus bergerak, PDIP memang memilih berdiri di luar pemerintahan. Namun, pilihan politik itu ditegaskan tidak serta-merta memutus jembatan komunikasi personal yang telah lama terbangun.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah, saat ditemui di Makkah, Senin (16/2/2026). Basarah menekankan bahwa Megawati tetap berkomitmen menjaga hubungan baik dengan Prabowo sebagai sahabat lama.

“Ibu Megawati tetap ingin menjaga komitmen persahabatannya, komitmen kemanusiaannya kepada Pak Prabowo. Mereka bersahabat sejak dulu, dan hubungan itu tidak ingin dirusak hanya karena perbedaan politik,” ujar Basarah.

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa dinamika oposisi tak identik dengan permusuhan. PDIP, meski mengambil peran sebagai partai penyeimbang, tetap membuka ruang dialog yang konstruktif dengan pemerintah.

Dalam lanskap demokrasi yang kerap memanas, pesan Megawati ini seperti pengingat: politik adalah arena gagasan dan sikap, bukan panggung untuk memutus silaturahmi. Di atas kepentingan kekuasaan, ada etika dan kemanusiaan yang tetap harus dijaga.

Bagi publik, sikap ini bisa dibaca sebagai upaya menjaga stabilitas politik nasional. Bahwa berbeda pilihan tak harus berarti bermusuhan. Dan di antara tarik-menarik kepentingan, persahabatan bisa menjadi jangkar yang menenangkan gelombang.(sa/by)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Persahabatan di Atas Politik: Megawati Tak Ingin Hubungan dengan Prabowo Retak

Trending Now

Iklan