SUARA NEGERI | JAKARTA — Hari ini, Sabtu (31/1) tepat satu abad yang lalu, sebuah organisasi yang akan menjadi pilar penting bagi bangsa ini didirikan. Nahdlatul Ulama (NU), dengan segala khidmat dan dedikasinya, telah menapaki usia ke-100 tahun.
Bagi kami, kader yang berkhidmat di Lembaga Perekonomian Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Pusat, momentum Harlah 1 Abad ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan sebuah panggilan sejarah yang mendesak.
Seabad perjalanan NU telah membuktikan ketangguhan dalam menjaga akidah Ahlussunnah wal Jama'ah dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, di abad kedua ini, tantangan yang kita hadapi semakin kompleks, terutama di bidang ekonomi.
Sebagai penggerak ekonomi di tingkat cabang yang berada di jantung ibu kota, kami menyadari bahwa kemandirian ekonomi adalah kunci bagi kesejahteraan jamaah dan jam'iyyah.
Jakarta Pusat, sebagai pusat bisnis dan pemerintahan, menawarkan peluang sekaligus tantangan yang harus kita respons dengan strategi yang matang dan terukur.
Refleksi satu abad ini harus menjadi titik balik untuk membangkitkan kembali semangat Nahdlatut Tujjar (Kebangkitan Para Pedagang) yang menjadi embrio lahirnya NU.
Kami di Lembaga Perekonomian PCNU Jakarta Pusat bertekad untuk mentransformasi potensi ekonomi warga NU di wilayah ini menjadi kekuatan riil. Ini bukan lagi saatnya kita hanya menjadi penonton dalam roda perekonomian yang berputar cepat di ibu kota. Kita harus menjadi pemain kunci, baik melalui pengembangan UMKM berbasis komunitas, optimalisasi aset organisasi, maupun membangun kemitraan strategis yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak.
Memasuki abad kedua, visi kami adalah mewujudkan ekosistem ekonomi NU yang kuat, profesional, dan modern, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur ke-NU-an.
Kami percaya, dengan kolaborasi yang solid, manajemen yang transparan, dan semangat harakah (pergerakan) yang tak pernah padam, kita mampu menjadikan ekonomi sebagai salah satu pilar utama kekuatan NU di masa depan.
Semoga di usia yang ke-100 ini, NU semakin jaya, memberkahi semesta, dan terus menjadi obor penerang bagi kemajuan bangsa, khususnya dalam mewujudkan kemandirian ekonomi umat.
Selamat Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama. (Syam RS)


