Rekaman CCTV Di Halona Water Boom Ungkap Kelalaian Pengelola, Kapolres Selayar: Sangat Jelas Korban Minta Tolong

SuaraNegeri.com
Minggu, 11 Januari 2026 | 22:01 WIB Last Updated 2026-01-11T15:01:06Z

SUARA NEGERI | SELAYAR — Penyidik satuan reserse kriminal umum (Reskrimum) Polres Selayar, Sulawesi Selatan, sementara mendalami peran dari masing masing karyawan wahana halona water boom Barugaia yang dipanggil dan dihadirkan sebagai saksi dalam proses penyelidikan kasus tenggelamnya Aulia, bocah perempuan berusia 10 tahun yang jatuh terjerembab ke dalam salah satu kolam dewasa yang terdapat di area wahana halona water boom Desa Barugaia, Kecamatan Bontomanai.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Selayar, AKBP Didid Imawan, S. I.K., M. Tr.Mil, saat dikonfirmasi wartawan via sambungan telefon selular, pada Sabtu, (11/1) sore.

Didid Imawan mengungkapkan, pihaknya tengah mengintensifkan proses pemeriksaan saksi yang dipanggil dan dihadirkan untuk dimintai keterangan sekaligus mendalami peran masing masing karyawan yang dipekerjakan pihak pengelolah wahana halona water boom.

Dari hasil pemeriksaan dan pengembangan penyelidikan, polisi berhasil mengantongi identitas tiga orang calon tersangka yang akan ditetapkan setelah dilaksanakannya gelar perkara, pada Senin, (12/1) esok, bersamaan dengan peningkatan tahapan penyidikan. 

Peningkatan tahapan status penyidikan kata Didid Imawan, dilakukan usai mengamati dan mempelajari salah satu alat bukti berupa rekaman cctv detik detik tenggelamnya korban yang menyiratkan unsur kelalaian dari pihak pengelola wahana halona water boom.

Kapolres menyesalkan lambannya tindakan pertolongan terhadap korban yang berulangkali berteriak meminta bantuan pertolongan.

Rekaman cctv di lokasi kejadian sangat jelas menggambarkan, detik detik awal korban melambaikan tangan dan meminta bantuan pertolongan.

"Akan tetapi, tidak satupun dari pihak pengelola yang berusaha untuk mengevakuasi dan menyelamatkan korban," pungkas Kapolres Selayar.

Petugas pengamanan pengganti yang bertugas melakukan pengawasan di area kolam sendiri, berkilah, meminta izin untuk menunaikan sholat Ashar, hingga tidak sempat melihat kejadian dan menolong korban.

Atas dasar itu, penyidik mengindikasikan adanya dugaan kelalaian dari pihak pengelola wahana halona water boom, pungkas Didid Imawan. (FS)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Rekaman CCTV Di Halona Water Boom Ungkap Kelalaian Pengelola, Kapolres Selayar: Sangat Jelas Korban Minta Tolong

Trending Now

Iklan