SUARA NEGERI | SELAYAR — Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Buki yang dihadiri oleh anggota DPRD bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), sekretaris OPD, kepala desa, tokoh masyarakat, pemuka adat, tokoh pemuda, tenaga pendidik dan pejabat administrator, dibuka secara resmi Wakil Bupati Selayar, Sulawesi Selatan, Drs. H. Muchtar, MM, pada Kamis, (29/1) pagi.
Wakil Bupati, Drs. H. Muchtar, menandaskan, "forum musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Buki merupakan forum pemersatu pemangku kepentingan, dan pelaku pembangunan yang diselenggarakan dalam rangka untuk menyusun rencana kerja pemerintah daerah Kabupaten Selayar T. A. 2027.
Forum ini, kata dia, merupakan forum terhormat yang bertujuan untuk menerima, menyerap dan menampung masukan, saran serta usulan design rencana kebijakan pembangunan lima tahun dari para pemangku kepentingan di level pemerintah desa, tenaga pendidik, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan maupun dari perwakilan tokoh pemuda yang secara umum.di himpun di kecamatan.
Rencana kerja pemerintah daerah tahun 2027 disebutnya, merupakan masa pemerintahan tahun ketiga, Bupati, Muhammad Natsir Ali bersama Wabup Drs. Muchtar untuk masa bhakti 2025-2030.
Untuk itu, pemerintah daerah berharap pada tahun 2027, semua sektor kehidupan masyarakat akan mengalami peningkatan dan berjalan jauh lebih baik melalui pelaksanaan program prioritas pemerintah daerah yang tertuang salah satunya, lewat program gemerlap dan gemetar.
Secara detail Wabup memaparkan tujuh belas program strategis pemerintah daerah yang terangkum dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).
Ketujuh belas program strategis tersebut, kata Drs. H. Muchtar, MM, mencakup kebijakan membangun desa-menata kota, kemandirian pangan, pelayanan kesehatan gratis, penguatan pendidikan gratis, pengentasan kemiskinan, penguatan fiskal daerah, hilirisasi sumberdaya alam berbasis UMKM, serta hulunisasi ekonomi hijau dan ekonomi biru.
Program hulunisasi hijau dan ekonomi biru, menurut Muchtar, akan diimplementasikan melalui gerakan penanaman jagung kuning yang disertai dengan terbangunnya industri pengolahan pakan ternak dan industri pengolahan kelapa terpadu.
Program hulunisasi ekonomi biru sendiri, akan direfresentasikan pemerintah daerah lewat terbangunnya komunikasi dan kerjasama dengan investor.
Hal tersebut, kata Wabup, telah teraktualisasi secara nyata melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dinas Kelautan dan Perikanan bersama pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bontosunggu dengan salah satu investor yang siap melakukan pembelian komoditas ikan lure dan cumi cumi dalam jumlah besar.
Mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Selayar itu menandaskan, investor siap melakukan pembelian ikan lure dan cumi cumi mulai dari ribuan hingga ratusan ton dengan harga fantastis di atas harga penjualan harian nelayan.
Bahkan investor juga siap memberikan fee kepada pengurus koperasi desa merah putih (KDMP) Bontosunggu, selaku fasilitator.
Ikan lure yang biasanya dijual seharga Rp. 4000,- perkilogram, kata dia, akan dibeli dengan harga Rp. 6000,- perkilogram oleh investor.
Selain itu, pihak investor juga disebut siap memberdayakan tenaga kerja lokal melalui penyerapan 89 % tenaga kerja lokal.
Bila seluruh jajaran aparatur pemerintah desa bisa bergerak serentak mengikuti jejak sukses Pemdes Bontosunggu, maka bukan sebuah hal yang mustahil, "Selayar akan Menyala".
Drs. H. Muchtar, yakin dan percaya kemiskinan akan menurun otomatis bersamaan dengan meningkatnya kemampuan fiskal daerah, urainya di hadapan ratusan orang peserta musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Buki yang diselenggarakan di ruang Aula Kantor Camat Buki. (FS)


