CLOSE ADS
CLOSE ADS

GPS Ikhlas Menyerahkan Kursi Ketum PKN Ke Anas, Dian Farizka: Ini Luar Biasa!

SuaraNegeri.com
13 Juli 2023 | 22:36 WIB Last Updated 2023-07-13T15:36:11Z

SUARA NEGERI | JAKARTA — Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) akan menggelar musyarawah luar biasa (Munaslub) pada 14 Juli 2023 sampai dengan 16 Juli 2023 di Jakarta.

Munaslub tersebut bakal menetapkan Anas Urbaningrum sebagai ketua umum (ketum).

Ketua Umum PKN, Gede Pasek Suardika mengakui pihaknya akan mengalihkan jabatan kepada Anas Urbaningrum (AU).

"Iya tanggal 14-16 Juli PKN akan Munaslub. Soal bagaimana nanti (pengalihan jabatan ketum) akan terlihat dalam keputusannya nanti," ucap Gede Pasek kepada wartawan, Kamis (13/7/2023).

Pasek menuturkan, agenda utama Munaslub PKN mengalihkan jabatan Ketum PKN dari dirinya kepada Anas Urbaningrum.

"Kita lihat pada Munaslub, tetapi tujuan Munaslub memang pengalihan dari saya kepada AU sebagai agenda utamanya," jelas dia.

Sementara Wakil Ketua Bapilu PKN, Dian Farizka menilai ada yang luar biasa di Munaslub kali ini.

“Perlu diketahui kepada seluruh  kader PKN, simpatisan dan pengurus serta masyarakat Indonesia bahwa Munaslub ini atas usulan Ketua Umum Gede Pasek Suardika sebagimana yang dimaksud Pasal 27 ayat (2) huruf d yaitu atas usulan ketua umum AD/RT," kata Dian di DPN Partai Kebangkitan Nusantara, Menteng, hari ini.

Lebih lanjut disampaikan Dian farizka, didalam Pasal dimaksud ada 4 (empat) persyaratan untuk Munaslub yaitu,
a. Ketua Umum berhalangan tetap;
b. Ketua Umum melanggar AD/RT, serta perbuatan tindak pidana yang berkekuatan hukum tetap;
c. Atas permintaan tertulis sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah Pimda dan 2/3 dari jumlah Pimcab.
d. Atas usulan Ketua Umum

Dari 4 (empat) persyaratan tersebut diatas, huruf d.Atas usulan Ketua Umum yang dijadikan landasan diselenggarakanya Munaslub PKN nanti.

“Terselenggaranya Munaslub PKN pertama kali ini adalah atas inisiatif Ketua Umum Gede Pasek untuk menyerahkan tongkat estafetnya kepada Ketua Umum Anas Urbaningrum.

“Betapa legowonya Bang Ketum menyerahkan dengan ikhlas kursi Ketum PKN tersebut, ini yang patut kita contoh dan diapresiasi," ungkap Dian farizka.

Adapun acara tersebut rencananya bakal digelar di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta dan dihadiri kader PKN di berbagai tingkatan.

Kedepannya berharap Rakyat yang menginginkaan kebangkitan nusantara, kepemimpinan di Partai Kebangkitan Nusantara merujuk pada Hubungan Dwi Tunggal antara Anas Urbaningrum dan I Gede Pasek Suardika dapat dijadikan sebagai acuan, atau tipe dari pola hubungan yang ideal di era demokrasi modern. Baik untuk sekarang maupun untuk waktu yang akan datang.

Pengertian ideal di sini tidak harus diartikan pola Dwi Tunggal nantinya harus persis sama dengan pola Dwi Tunggal Soekarno-Hatta presiden dan wakil presiden pertama di Republik Indonesia. Artinya, bisa saja dimodifikasikan, namun yang penting prinsip-prinsip utama dari pola hubungan Dwi Tunggal tersebut tetap dipertahankan.

Dalam hubungan ini, kedua tokoh masing masing memiliki kesadaran yang tinggi bahwa mereka masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Oleh karena itu, kedua tokoh ini pun mempunyai kepentingan untuk saling melengkapi dan mengisi kelemahan dan kekurangan masing-masing pihak dengan kelebihan yang dimiliki oleh masing-masing pihak. Dasar Model kepemimpinan ini yang nanti menjadi kejayaan Nusantara.

Maka dari itu Persahabatan AU dan GPS adalah seperti benang emas yang mengikat hati Rakyat Nusantara.  Dengan semboyan MITREKA SATATA antara mereka untuk kejayaan dan kemenangan Partai Kebangkitan Nusantara.

Semoga Munaslub terselenggara dan berjalan dengan baik, dengan satu tujuan untuk membangkitkan nilai-nilai kejayaan Nusantara dan masuk 4% ambang batas Parlemen di DPR RI tahun 2024. (rl/by)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • GPS Ikhlas Menyerahkan Kursi Ketum PKN Ke Anas, Dian Farizka: Ini Luar Biasa!

Trending Now

Iklan