CLOSE ADS
CLOSE ADS

6 Nelayan Pemalang Diduga Tewas Keracunan Gas, Berikut Daftar Nama Korban

SuaraNegeri.com
26 Desember 2022 | 20:16 WIB Last Updated 2022-12-26T13:19:24Z

SUARA NEGERI | PEMALANG — Enam anak buah kapal (ABK) KM Anugrah Bakti meninggal di perairan Bali pada Senin 19 Desember 2022. Para ABK itu berasal dari Pemalang, Jawa Tengah. 

Informasinya yang diterima redaksi pada Senin (26/12) petang, lima korban merupakan warga Kelurahan Sugihwaras dan seorang warga Lawang Rejo, kecamatan Pemalang.

Dugaan sementara, penyebab meninggalnya 6 orang ABK KM Anugrah Bhakti, adalah akibat menghirup gas beracun yang ditimbulkan bocornya Freon di ruang pendingin Ikan, disaat  melakukan perbaikan palka.

Lurah Sugihwaras, Vivien Widyasari kepada awak media membenarkan bahwa 5 dari enam korban adalah warganya, sedangkan satu korban lainnya adalah warga desa tetangga (Lawangrejo).

Pantauan pada Senin pagi 26/12/22, belum ada tanda tanda serah terima Jenazah di lingkungan keluarga korban.

Berbagai sumber menyebutkan, para korba sedang dalam perjalanan pemulangan melalui jalur laut.

Kasi Humas Polres Pemalang, Ipda Anjar Lindu Wijayadi saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya ihwal tersebut.

"Benar, kejadiannya informasi di perairan Bali, saat ini infonya jenazah masih di kapal dalam perjalanan dipulangkan," ujarnya.

Berikut daftar keenam korban yang meninggal di kapal KM Anugrah Bakti:

1. Carmadi (48), alamat: Tanjungsari RT 01 RW 05 Sugiwaras pemalang,

2. Takhroni (63), alamat: krasak RT 02 / 016 Sugiwaras, Pemalang,

3. Selamet Waluyo (20), alamat: Jln. Brigjen Katamso Sugiwaras RT. 01 RW. 015 Sugiwaras, Pemalang,

4. Rosid, alamat: Lawang rejo, Pemalang,

5. Tosa Hasanudin (24), alamat: Krasak RT. 02 RW. 016 Sugiwaras, Pemalang,

6. Zoni Irham Romadhoni (23), alamat: Sugiwaras RT. 01 RW. 06 Sugiwaras, Pemalang.

(Himawan).
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • 6 Nelayan Pemalang Diduga Tewas Keracunan Gas, Berikut Daftar Nama Korban

Trending Now

Iklan