PALHI: Jangan Tutup Mata, Usut Dugaan Kerusakan Hutan PT TPL di Balik Banjir Sumut
PALHI: Jangan Tutup Mata, Usut Dugaan Kerusakan Hutan PT TPL di Balik Banjir Sumut
SUARA NEGERI, Persoalan lingkungan turut dibawa Pegiat Aktivis Lingkungan Hidup (PALHI) dalam aksi demonstrasi di depan Kejaksaan Agung, Jumat (21/8/2026).
Selain mendesak pengusutan dugaan underinvoicing PT Toba Pulp Lestari (PT TPL), PALHI meminta aparat penegak hukum membuka dugaan persoalan lingkungan yang mereka kaitkan dengan aktivitas perusahaan tersebut di Sumatera Utara.
Koordinator Lapangan PALHI, Billy Putra Malingga, mengatakan persoalan PT TPL tidak semestinya hanya dilihat dari sisi dugaan kerugian penerimaan negara.
Menurutnya, kondisi lingkungan dan masyarakat yang terdampak juga harus menjadi bagian dari perhatian aparat penegak hukum.
“Persoalan ini jangan hanya dilihat dari angka kerugian negara. Ada masyarakat dan lingkungan yang juga terdampak,” kata Billy dengan tegas.
Ia kemudian menyinggung bencana banjir bandang yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara.
“Masih terngiang dalam ingatan, bencana yang sangat memilukan karena memakan banyak korban yaitu terjadinya banjir bandang di Sumatera Utara,” ujarnya.
PALHI meminta dugaan keterkaitan aktivitas industri, kerusakan lingkungan dan kondisi daerah aliran sungai diperiksa berdasarkan bukti ilmiah serta hasil investigasi aparat.
Ia menegaskan, pihaknya tidak ingin menyimpulkan penyebab bencana tanpa proses pembuktian. Namun, menurut dia, dugaan persoalan lingkungan yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan harus diperiksa secara serius.
“Jangan sampai persoalan lingkungan hanya menjadi isu yang dibicarakan masyarakat, tetapi tidak pernah diperiksa secara menyeluruh,” katanya.
PALHI juga meminta Kejagung menindaklanjuti dugaan konflik agraria serta persoalan tanah adat yang mereka kaitkan dengan aktivitas perusahaan. (by)
Baca Juga:
