-->
  • Jelajahi

    Copyright © SUARANEGERI.COM | BERITA SUARA NEGERI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menaker Ajak Pengusaha dan Buruh Menjadikan Momen Natal Untuk Bangkit Dari Pandemik

    SuaraNegeri.com
    12 Desember 2021, 11:56 WIB Last Updated 2021-12-12T04:56:57Z
     

    SUARA NEGERI ■ Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, mengimbau pengusaha maupun pekerja/buruh untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat jelang Libur Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) dengan mengajak semua pihak untuk bersama-sama saling menjaga, guna mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID-19.

    "Kami berharap peringatan Hari Natal dan Tahun 2022 ini menjadi momen kita bersama untuk bangkit dari dampak pandemik COVID-19, serta tetap saling menjaga agar tidak ada lagi lonjakan kasus positif COVID-19," ucap Ida dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, pada Minggu (12/12/2021).

    Sebelumnya, Ida Fauziyah juga meminta para pengusaha agar menerapkan struktur dan skala upah di perusahaannya dengan memperhatikan kemampuan dan produktivitas. 

    Menurut Ida, struktur dan skala upah (Susu) di perusahaan diterapkan agar menguntungkan pihak pengusaha dan pekerja atau buruh. 

    "Apabila struktur dan skala upah diterapkan seluruh pihak, akan mendorong perekonomian yang pada ujungnya meningkatkan daya saing kita sebagai bangsa Indonesia," ucap Ida. 

    Ida menyampaikan hal itu kepada para pengusaha Jepang yang tergabung pada Jakarta Japan Club (JJC) dalam acara Ngopi Susu (Ngobrol Pintar Struktur dan Skala Upah) di Jakarta, kemarin.

    Ida menyayangkan masih sedikitnya perusahaan yang menetapkan Susu. Hingga kini, baru 23 persen perusahaan yang menerapkan Susu. 

    Melihat masih sedikitnya perusahaan yang menerapkan Susu, Ida menyatakan akan terus mendorong forum-forum dialog seperti ini. Dengan begitu, kesadaran sosial tentang penerapan struktur dan skala upah dapat terwujud.

    Ida menyatakan, pada 2022, pihaknya lebih meningkatkan berbagai bentuk sosialisasi dan bimbingan teknis Susu.  

    Menurut dia, perusahaan yang tidak menerapkan Susu akan dikenai sanksi teguran hingga pembekuan usaha. (Irwan)
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru