-->
  • Jelajahi

    Copyright © SUARANEGERI.COM | BERITA SUARA NEGERI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Lubang Jalan Lintas Moga - Pratin Ditambal, Warga Apresiasi Respon Cepat Pemkab Pemalang

    SuaraNegeri.com
    10 Desember 2021, 08:06 WIB Last Updated 2021-12-10T01:06:17Z
     

    SUARA NEGERI ■ Banyaknya Lubang di lintasan sepanjang Moga - Pratin, tepatnya mulai dari Terminal Bus (pasar Moga) hingga masuk wilayah Desa Gombong Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang sempat menjadi keluhan dan perbincangan panas di Duta maupun Dumay. 

    Saat ini keluh kesah warga agak mereda seiring dengan penambalan di depan Pasar Moga hingga masuk beberapa meter di Dusun Karangpoh /perbatasan kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang. 

    Sepanjang lebih kurang 2500 meter (1-6 /12/21) dari panjang keseluruhan Moga-Gombong yang mencapai di atas belasan ribu meter dengan lebar normal 400-an cm.


    Tanggapan warga dan respon positif pun muncul dari berbagai pihak. Seperti halnya Sarifudin, salah seorang sopir warga Purbalingga. Saat di mintai tanggapannya, yang bersangkutan mengaku sangat senang dengan adanya perbaikan jalan yang sudah terlaksana.

    "Tempo hari saya sering Ngelus dada (usap dada) kalau sedang antri menghindari lubang, terutama saat memasuki area Pasar Moga. Alhamdulillah, hari ini kubangan besar tersebut sudah di tutup aspal," ungkapnya, pada Jumat (10/12).

    Forum Gerakan Masyarakat Untuk Perubahan /F Gempur, melalui ketua umumnya, pun ikut angkat bicara merespon perubahan ini.

    "Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pemalang beserta Dinas terkait, atas pelaksanaan Rekondisi jalur tersebut," ujar Eddy Kusnaedi. 

    Eddy Kusnaedi  mengharapkan, perbaikan Jalan dari dan menuju sejumlah Destinasi wisata, wilayah penghasil Nanas, Cengkeh, teh, kopi dan penghasil sayuran  di kecamatan Moga, Pulosari dan Belik dapat menormalkan kembali aktivitas masyarakat di saat pandemi.


    "Sehingga perbaikan jalan itu akan ikut mendongkrak performa transaksi di bidang pertanian, produk unggulan dan pariwisata di Kabupaten Pemalang umumnya, khususnya  wilayah punggung atau lebih di kenal dengan sebutan  Pemalang selatan," ujarnya.

    Selain itu, imbuh Eddy Kusnaedi, rekondisi atau perbaikan pada titik rawan akan meminimalisir potensi Lakalantas secara umum, lebih khusus pengendara luar Daerah yang tidak atau belum mengenal medan jalur di wilayah tersebut.

    "Jangan sampai orang luar Daerah enggan lewat atau berkunjung ke Pemalang  gegara akses keluar masuk tidak Aman dan Ngangeni untuk di lintasi," pungkas sang Ketum FGP. 

    ■ Himawan

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru