-->
  • Jelajahi

    Copyright © SUARANEGERI.COM | BERITA SUARA NEGERI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kondisi Terkini Malam Kedua di Tempat Pengungsi, Warga Butuh Bantuan Berupa Beras, Selimut Dan Tenda

    SuaraNegeri.com
    15 Desember 2021, 19:55 WIB Last Updated 2021-12-15T17:37:27Z

    SUARA NEGERI - Pasca Gempa Magnitudo 74 di Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat sejumlah bangunan sekolah, masjid dan rumah warga mengalami kerusakan, pada Selasa 14 Desember 2021 kemarin. 

    Hingga saat ini masih menyisakan rasa takut dan trauma bagi warga Kecamatan Pasilambena dan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar.

    Pasalnya, Kecamatan Pasilambena dan Pasimarannu adalah dua Kecamatan terluar di Kabupaten Kepulauan Selayar yang paling terdampak dan hanya berjarak kurang lebih 84 Kilometer dari pusat gempa Magnitudo 7,4 yang berpotensi terjadi tsunami.

    Kondisi terkini malam ini, terpantau ribuan warga di empat Desa yang ada di Kecamatan Pasimarannu masih memilih bertahan ditempat pengungsi sementara diatas puncak gunung di dataran tertinggi di Pulau Bonerate tersebut.

    Salah satu pengungsi bernama Zainuddin yang akrab disapa Pak Moge, yang juga sehari-hari bekerja sebagai Pendamping Lokal Desa (PLD) di daerah tersebut, saat dihubungi lewat sambungan telpon, pada Rabu (15/12/2021) malam, mengatakan kepada media SuaraNegeri.com, bahwa saat ini dirinya berserta keluarga dan  masyarakat Bonerate lainnya masih memilih tinggal ditempat pengungsi karena alasan keselamatan.

    "Kami masih bertahan ditempat pengungsi sampai malam kedua ini, karena takut akan gempa susulan dengan getaran seperti getaran pertama yang terjadi kemarin. Apalagi ada himbauan Pemerintah Daerah, bapak Bupati kemarin agar masyarakat yang ada di Pasimarannu dan Pasilambena untuk mencari tempat perlindungan atau tempat pengungsian yang aman dan tetap tinggal menunggu hingga keadaan dinyatakan benar-benar aman bagi warga untuk kembali kerumah masing-masing," ujar Pak Moge.


    Moge manuturkan, bahwa intensitas gempa dengan getaran kecil masih terus terjadi, dari pagi sampai malam hari ini sudah 5 (lima) kali terjadi. Kendati gempa yang masih terus terjadi hanya getaran kecil, tapi warga takut karena trauma akan terjadi gempa seperti kemarin itu.

    "Maklum pak warga kami ketakutan dan trauma akan gempa yang berpotensi tsunami tersebut. Karena gempa dan tsunami di Flores tahun 1992, akibanya juga dirasakan oleh warga masyarakat pulau Bonerate ini. Hampir 30 tahun baru terjadi lagi," kata Pak Moge.

    Ditanya terkait bantuan yang sudah didapatkan warga, Pak Moge menjelaskan untuk saat ini warga sudah mendapatkan dan menerima bantuan dari Pemerintah Desa berupa mie instan dan air mineral, serta dari PMR berupa telur ayam.

    "Saat ini yang sangat kami butuhkan ditempat pengungsi ini bantuan berupa beras dan selimut untuk anak-anak dan perempuan agar tidak kedinginan saat malam hari serta tenda supaya bisa ditempati berlindung saat siang hari ataupun saat hujan," pungkas Pak Moge. (Irwan).

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru