-->
  • Jelajahi

    Copyright © SUARANEGERI.COM | BERITA SUARA NEGERI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Bupati Kepulauan Selayar Kunjungi Daerah Terdampak Gempa

    SuaraNegeri.com
    16 Desember 2021, 00:31 WIB Last Updated 2021-12-15T17:31:11Z
     

    SUARA NEGERI ■ Pasca gempa Magnitudo 7,4 dan diselingi peringatan tzunami dini di Larantuka Nusa Tenggara Timur yang berdampak hingga di Kabupaten Kepulauan Selayar dan menyisahkan ratusan rumah warga rusak bahkan rata dengan tanah. 

    Atas kejadian gempa tersebut, guna memastikan kondisi warganya,  Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Basli Ali didampingi Kapolres dan Dandim, tim medis melakukan kunjungan ke lokasi terdampak di Kecamatan Pasilambena, pada Rabu (15/12/2021).

    Tiba Pulau Kalaotoa dan Pulau Madu Kecamatan Pasilambena, Bupati bersama Kapolres dan Dandim beserta rombongan langsung meninjau dampak akibat gempa magnitudo dan menemui langsung warganya di tenda-tenda pengungsian. 

    Di lokasi pengungsian Bupati Basli Ali langsung disambut haru masyarakat. Kedatangan Bupati di lokasi pengungsian tersebut sedikit memberi semangat baru bagi warga. 

    Kedatangan Bupati, Kapolres dan Dandim beserta rombongan oleh sebagaian warga ada yang berkeluh kesah terkait nasib keluarganya pasca tempat tinggalnya luluh lantah rata dengan tanah akibat gempa. 

    "Sabar yang terpenting dulu bagaimana warga semua selamat dan sehat, kita sama berdoa kondisi ini cepat berlalu, kalau ada kebutuhan seperti beras, gula, teh atau lainnya minta saja ke Kepala Desa,  sebelum bantuan dari Kabupaten tiba” ucap Bupati seraya memberi semangat agar mereka tidak tertekan dan trauma. 

    Bupati Kepulauan Selayar juga menyampaikan dan memastikan akan memberikan perhatian kepada semua warga terdampak akibat gempa ini.

    Dari pantauan, Gempa membuat jalan poros warga pulau Kalaotoa yang merupakan akses perekonomian rusak dan putus. 

    Sepanjang jalan poros di pulau Kalaotoa Kecamatan Pasilambena retak dan patah, sementara sejumlah tebing disepanjang jalan yang menghubungkan 4 desa dipulau ini juga longsor dan material batu memasuki badan jalan. 

    Tercatat 367 rumah rusak dan jalanan poros kecamatan Pasilambena retak dan patah akibat getaran gempa. Hingga kini gempa kecil masih sering terasa di Pulau Kalao Toa. Sehingga warga  masih memilih bertahan dipengungsian. (Kominfo-IC)


    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru