-->
  • Jelajahi

    Copyright © SUARANEGERI.COM | BERITA SUARA NEGERI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Banyak Rumah Ambruk, Gempa Bumi Magnitudo 7,4 di NTT Guncang Kepulauan Selayar

    SuaraNegeri.com
    14 Desember 2021, 17:47 WIB Last Updated 2021-12-15T04:19:26Z
     

    SUARA NEGERI ■ Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, gempa bumi dengan magnitudo 7,4 yang berpusat di Nusa Tenggara Timur telah menyebabkan beberapa kerusakan parah di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

    "Info kerusakan baru di Pulau Selayar ya. Itu yang paling parah informasinya di Pulau Selayar," kata Dwikorita, pada Selasa (14/12)

    Menurut Dwikorita, sejauh ini dia baru menerima sejumlah laporan gambar selokan pecah hingga rumah roboh. Namun belum ada jumlah pasti soal laporan kerusakan. 

    "Kalau kita lihat kerusakan memang ada di rumah-rumah yang kondisinya kurang bagus," ujarnya.

    Sampai saat ini, BMKG mengaku belum mendapat informasi terkait korban jiwa. Ia menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

    "Kita tidak mendapat informasi ada berapa, kita akan informasi dengan BPBD juga terkait jumlah kerusakan," tuturnya.

    Dwikorita menyebut, daerah yang terdampak paling besar selain Kepulauan Selayar yaitu Kecamatan Ruteng, Larantuka, dan Maumere. 

    Meski begitu, BMKG belum mendapatkan laporan kerusakan dari daerah-daerah tersebut.

    Sementara KASUBSEKTOR PASILAMBENA melaporkan saat terjadi gempa sedang mengikuti rapat di Kantor desa Garaupa dalam rangka pelaksanaan Vaksin kepada masyarakat desa Garaupa.

    "Pada saat Rapat berlangsung sekitar jam 11.00 WITA telah terjadi Gempa yang sangat besar membuat peserta rapat berjatuhan dan kemudian berhamburan keluar," ujarnya.

    Adapun kerusakan akibat gempa banyak Rumah Warga Ambruk rata dengan tanah menyeluruh di wilayah kecamatan Pasilambena.


    Dilaporkan juga, banyak pohon Tumbang menutupi jalan dan jalan poros Latokdok Barumbung terputus akibat jalan amblas (terputus) gunung longsor batu besar dan material menutup jalan.

    Korban manusia akibat gempa sampai saat ini masih dalam pendataan.

    Sementara sampai saat ini, masyarakat mengungsi di pengunungan untuk mengantisipasi Air laut naik.

    Saat ini Jaringan seluler di kecamatan Pasilambena putus. 

    ■ Via/Irwan

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru