-->
  • Jelajahi

    Copyright © SUARANEGERI.COM | Aktual - Objektif - Berimbang
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Halaman Depan

    Terjadi di Sigi ! Suami Istri Bertengkar, Nyawa Anak Melayang

    SuaraNegeri.com
    17 April 2021, 16:11 WIB Last Updated 2021-04-17T09:11:36Z

    SUARA NEGERI ■ Nasib tragis dialami balita (DT). Akibat pertengkaran kedua orangtuanya, nyawa balita yang tinggal di Desa Tinggede, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, melayang.

    Kapolres Sigi, AKBP Yoga Priyahutama melalui Kasubag Humas, Iptu Ferri Triyanto mengatakan, peristiwa itu berawal saat kedua orangtua DT, yaitu AA (29) dan NIF (30) bertengkar dirumah mereka di BTN Palupi Permai Blok HH, Desa Tinggede, Kecamatan Marawola, pada Jumat, 16 April 2021 sekitar pukul 14.00 waktu setempat.

    "Iya benar, telah terjadi kasus perselisihan antara suami Istri, di BTN Palupi Permai Blok HH, Desa Tinggede, yang berujung anak mereka Balita DT meninggal dunia," katanya, pada Sabtu, 17 April 2021.

    Iptu Ferri menjelaskan, kronologis kejadian bermula saat balita dan kedua orangtuanya sedang berbaring di ruang keluarga. 

    Kemudian AA yang merupakan ayah balita mengukapkan kepada istrinya bahwa ia mendapat pekerjaan dengan posisi sebagai kepala cabang di salah satu perusahaan di Makassar.

    "Tenang mi ki, kita sudah jadi milyader. Saya sudah dapat posisi kepala cabang di makassar, sudah dapat transferan juga 31 juta dari bos," ujar Iptu Ferri meniru pengakuan AA dengan bahasa daerah.

    Lanjut Iptu Ferri, mendengar hal tersebut sang istri (NIF) lalu mengambil HP AA kemudian mengecek saldo di rekening mereka, namun mendapati jumlah sisa saldo yang ada direkening hanya berjumlah  Rp. 31.000 (tiga puluh saru ribu rupiah) dan tidak ada bukti transferan yang masuk.

    "Sehingga untuk menyadarkan suami, NIF meminta AA untuk mengucap kalimat syahadat," ujar Iptu Ferri.

    "Mendengar teguran itulah AA menjadi emosi dan menyebabkan perselisihan mulut yang berujung pada suami merebut anak dari pelukan NIF," tambahnya.

    Setelah itu, AA bersama balitanya masuk ke kamar mandi dan mengunci diri di dalam kamar mandi.

    Melihat situasi yang kurang baik bagi anaknya, NIF berlari keluar rumah untuk meminta pertolongan kepada tetangga. Setelah beberapa lama dibujuk akhirnya AA keluar dengan mengendong erat anaknya karena takut anak tersebut diambil oleh keluarga istrinya.

    "Kemudian setelah diberi pemahaman secara perlahan akhirnya AA menyerahkan anaknya, namun sudah dalam keadaan tidak sadar dan dari mulut balita mengeluarkan darah segar. 
    Sehingga oleh keluarga, balita segera dibawa ke rumah sakit Sis Aljufri, namun naas nyawa korban tak terselamatkan," jelasnya.

    Kata Iptu Ferri, Polsek Marawola bekerja sama dengan Polres Sigi telah mendatangi TKP, mengolah TKP dan mengamankan AA di Polres Sigi guna pemeriksaan lebih lanjut.  

    ■ Hms/ Jamal
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru